Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Diduga kerap mengalami penganiyaan selama tinggal di panti asuhan, dua bocah berinisial Mn dan Sa yang sama-sama masih berusia 13 tahun memilih kabur./Suara.com-Andhiko Tungga Alam
Harianjogja.com, PALEMBANG- Kisah pilu dialami dua penghuni panti asuhan yang masih anak-anak di Sumatra Selatan.
Diduga kerap mengalami penganiyaan selama tinggal di panti asuhan, dua bocah berinisial Mn dan Sa yang sama-sama masih berusia 13 tahun memilih kabur.
Kasus tersebut terungkap ketika keduanya ditemukan warga kelelahan seusai berjalan kali berkilo-kilo meter dari panti asuhan di kawasan Pakjo menuju arena Asian Games 2018, Jalan KH Bastari, Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu (1/9/2018).
Saat ditanya warga, kedua bocah ini mengakui kabur dari panti asuhan dan kembali ke kampung halaman di Lampung.
Ketua RT setempat Muhammad Hendra (38) memberikan pertolongan kepada keduanya dengan diberikan makan dan minum, karena kondisi Mn dan Sa dalam keadaan lemas. Keduanya terlihat lusuh, duduk dan kelaparan.
“Saat saya tanya asal dari mana dan siapa mereka, kedua bocah itu mengaku nekat kabur dari panti asuhan, karena sering dianiaya oleh pengurus panti. Mereka tidak tahan dengan perlakuan tersebut," ujar Hendra saat melapor ke Polresta Palembang, Sabtu (1/9/2018).
Penyataan kedua bocah itu juga cukup beralasan. Sebab di beberapa bagian tubuh Mn dan Sa terdapat luka memar diduga bekas penganiayaan.
Keduanya mengakui bakal dianiaya pengasuh panti kalau tak menuruti perintah. Mereka menuturkan mendapat pukulan memakai benda tumpul bahkan dilempar memakai sikat kawat.
“Awalnya anak ini diam saja, setelah diberi makan baru cerita mau pulang ke Lampung, karena tak tahan dipukuli. Saya melapor ke polisi karena tidak tega melihat kondisi mereka,” ujarnya.
Atas laporan itu, Hendra berharap, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan menindaklanjuti kasus tersebut.
Sementara Kasubag Humas Polresta Palembang Ajun Komisaris Andi Haryadi mengatakan, saat ini laporan korban sedang dilakukan tindaklanjut oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang.
“Sekarang korban sedang dimintakan keterangan atas kejadian ini, nanti akan dilihat unsur pidananya seperti apa sehingga membuat mereka kabur dari panti,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Feri Yudoyono menyumbang perunggu balap sepeda untuk Indonesia di Asian Games 2026. Kontingen Merah Putih kini mengoleksi 22 medali.
Status KLA Sleman dipertanyakan setelah kasus keracunan MBG. Warga meminta DPRD memperkuat pengawasan perlindungan anak.
BULOG menyalurkan 3.118 ton Bantuan Pangan Beras kepada 103.950 penerima di 16 kecamatan Kabupaten Purworejo untuk menjaga ketahanan dan akses pangan masyarakat
Sebanyak 14 desa di 11 kecamatan Temanggung akan menggelar Pilkades pada 18 Oktober 2026. Persiapan disebut berjalan sesuai rencana.
Proyek irigasi DI Tirtorejo, Berbah, Sleman, mencapai 98%. DPRD DIY meminta pembangunan segera selesai dan memberi manfaat bagi petani.