IHSG Ditutup Melemah 0,43 Persen Ikuti Bursa Asia
IHSG ditutup turun 26,16 poin atau 0,43 persen ke 6.121,70 pada Selasa (29/9/2026), mengikuti pelemahan bursa Asia.
Basuki Tjahaja Purnama. /Antara Foto-Akbar Nugroho Gumay
Harianjogja.com, JAKARTA - Peneliti senior LSI, Adjie Alfaraby berpendapat sosok mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap bisa mengembalikan suara non-muslim yang meninggalkan Jokowi- Ma\'ruf Amin.
Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, elektabiltas Joko Widodo (Jokowi) merosot di kalangan non-muslim pasca-berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 lalu.
Terkait hal itu, peneliti senior LSI, Adjie Alfaraby mengutarakan sosok mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap bisa mengembalikan suara non-muslim yang meninggalkan Jokowi. Apalagi, Ahok dan Jokowi pernah memilik hubungan yang dekat.
“Apakah Ahok mengatrol dukungan, saya pikir iya ya. Saya rasa kalau Ahok masuk, akan menambah atau meyakinkan pemilih nonmuslim untuk tetap atau tidak meninggalkan Pak Jokowi. Artinya tetap memilih pasangan Jokowi-Ma\'ruf," ungkap Adjie memaparkan hasil survei di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2018).
Meski begitu, masuknya Ahok memberikan dukungan kepada Jokowi justru bisa menjadi boomerang. Apalagi, dalam survei LSI pemilih muslim masih sangat kuat untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Tapi memang cara masuknya harus elegan, kalau tidak hati-hati bisa membuat para pemilih muslim akan lari ya,” katanya.
Adjie menambahkan, pada awal-awal pasca-Jokowi-Ma’ruf mendaftarkan sebagai bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden dikabarkan Ahok akan mendukung pasangan tersebut. Namun, sekarang kabar tersebut tak terdengar lagi.
“Ini artinya mereka sadar dengan masuknya Pak Ahok akan mengganggu pemilih Pak Jokowi di sektor muslim. Sehingga, mungkih strategi ya akan lebih tertutup. Ahok akan masuk untuk mengkonsolidasi pemilih dari non-muslim yang saat ini terbaca terkejut setelah karena terpilihnya sosok Kiai Ma\'ruf sebagai cawapres Pak Jokowi,” jelas dia.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan hasil survei LSI, untuk di kalangan pemilih non-muslim elektabiltas Jokowi mengalami penurunan pasca-berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Semula elektabilitas Jokowi sendiri mencapai 70,3%, namun setelah berpasangan mengalami penurunan.
“Elektabiltas Jokowi-Ma’ruf Amin di kalangan pemilih non-muslim hanya 51,5 persen. Tapi Ma’ruf Amin mengurangi dukungan kepada non-muslim,” kata Adjie.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
IHSG ditutup turun 26,16 poin atau 0,43 persen ke 6.121,70 pada Selasa (29/9/2026), mengikuti pelemahan bursa Asia.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.