New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Satu balita berusia 7 bulan ditemukan tim SAR dan TNI dalam kondisi hidup di perairan Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (4/7/2018)./Facebook
Harianjogja.com, SELAYAR- Kisah haru dan menyedihkan terjadi dalam kecelakaan kapal karam KM Lestari Maju di Selayar, Sulawesi Selata. Seorang bayi selamat berkat pertolongan ibunya.
Satu balita berusia 7 bulan ditemukan tim SAR dan TNI dalam kondisi hidup di perairan Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (4/7/2018). Bayi tersebut merupakan korban Kapal Motor Lestari Maju yang tenggelam pada Selasa (3/7/2018).
Berdasarkan informasi yang terhimpun, balita tersebut ditemukan di sebuah pelampung yang diikatkan kencang pada tubuhnya. Tim SAR menduga, balita itu sengaja diikatkan oleh orang tuanya pada sebuah pelampung untuk menyelamatkan nyawanya.
Sesudah video dan foto penyelamatan balita itu tersebar, terungkap identitas bayi tersebut bernama Aditya.
Balita berusia 7 bulan itu tercatat sebagai warga Desa Bontokanang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.
Ansar, kakek Aditya berdasarkan keterangan tertulis yang didapat Suara.com, mengakui cucunya berangkat dari Bulukumba ke Selayar bersama enam orang anggota keluarganya.
“Aditya berlayar bersama enam orang keluarga, termasuk ibunya, Ningsih, 25 dan dua kakaknya, Anjel, 8 dan Haidir, 2. Tapi kata tim SAR, ibu dan kakaknya ditemukan meninggal dunia,” kata Ansar.
Ia menuturkan, berdasarkan pengakuan keluarganya yang selamat dari musibah itu, Ningsih mengikatkan Aditya ke pelampung dan menyerahkannya ke tim SAR di atas kapal.
“Dia bilang, \'selamatkan ini anak, karena saya tak dapat pelampung’. Setelah itu, dia dan kakak-kakak Aditya terjun ke laut,” tuturnya.
Dalam data korban jiwa tragedi itu yang dipublikasikan Kementerian Perhubungan dan Basarnas, terdapat nama Ningsih, Anjel, dan Haidir.
Data Korban Meninggal Dunia:
1. Lk. Hary lasmono, (50), kepala ASAP Pelabuhan Pammatata.
2. Lk. Drs. Rurung, (58).
3. Pr. Marlia, (44), istri Rurung.
4. Pr.Asmawati (43).
5. Pr. Sitti Saera (58).
6. Lk. Abd Rasyid ( 60)
7. Pr. Rini Arianti (29)
8. Lk. Abisar (2), anak Arianti.
9. Pr. Rosmiati, (40).
10. Pr. Andi Le’leng (47).
11. Lk. Syamsuddin, (50).
12. Lk. Hensi (64).
13. Pr. Ati Mala (58)
14. Pr. Denniamang (72)
15. Pr. Marwani (40)
16. Pr. Salmiah (55)
17. Lk. A. Abd Rasyid, (42)
18. Pr. Suryana (55)
19. Lk. Demma Ganrang (51)
20. Pr. Nurlia (64)
21. Pr. Andi Junaeda, (70)
22. Pr. Noma (50)
23. Pr. Ningsih (25)
24. Lk. Haidir (2) anak Ningsih.
25. Pr. Siti Baedah (55).
26. Lk. Jumbrah (50)
27. Pr. Kartini (51)
28. Pr. Daeng Tallara (60)
29. Lk. Patta Daeng (65) suami Daeng Tallara.
30. Pr. Irnawati (51).
31. Pr. Andi Fitri Yulianti (37).
32. Pr. Anjel (8).
33. Pr. Andi Atifah (3)
34. Pr. Andi Hanifah (7)
35. Pr. Jae (50).
36. Pr Rajmani (51)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 28 September 2026: suhu maksimum 33°C, udara kabur di Kota Jogja, Bantul, dan Kulonprogo. Cek rinciannya.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Senin 28 September 2026, lokasi layanan, jam operasional, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.