Febri Diansyah Resmi Dampingi Febrie Adriansyah di Kasus TPPU
Febri Diansyah resmi menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah dan mengungkap pemeriksaan awal dengan sekitar 20-30 pertanyaan dalam kasus TPPU.
Ilustrasi/JIBI-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, KENDARI - Cuaca buruk yang melanda Kota Kendari dan sekitarnya menyebabkan empat penerbangan pesawat gagal mendarat di Bandara Haluoleo Kendari, Senin (25/6/2018).
Kepala Bandara Haluoleo, Rudi Richardo, di Kendari, mengatakan ada empat pesawat yang gagal mendarat karena hujan deras sepanjang hari yakni tiga pesawat Lion Air dan satu pasawat Garuda.
"Empat pesawat itu terpaksa memutar haluan kembali ke Bandara Hasanuddin Makassar dan mendarat di bandara tersebut," katanya.
Disebutkan, yang pertama adalah pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 726 Jakarta-Kendari yang seharusnya mendarat pukul 10:04 Wita, tetapi karena jarak pandang yang tidak memungkinkan sehingga pesawat memutar untuk kembali ke Makassar.
"Pasawat ini pukul 14.10 wita baru mendarat di Bandara Haluoleo Kendari," katanya.
Selanjutnya adalah pesawat Lion Air JT 998 Makassar-Kendari yang seharusnya mendarat atau landing di Bandara Hakuoleo pukul 10:10 wita, dengan alasan yang sama pesawat tersebut memutar kambali ke Bandara Hadanuddin Makassar.
"Pukul 14.35 wita pesawat itu mendarat kembali di Bandara Haluoleo dan terbang kembali ke Makassar pukul 15.15 wita," katanya.
Pesawat berikutnya adalah Garuda Indonesia penerbangan GA 604 Makassar-Kendari yang seharusnya mendarat atau landing pukul 10:45 wita, tetapi karena jarak pandang belum memungkinkan sehingga kembali ke Makassar.
"Pesawat Garuda ini bisa mendarat di Bandara Haluoleo Kendari pada pukul 15.32 wita dan kembali ke Makassar pada pukul 16.30 wita," katanya.
Yang terakhir, kata Rudi, adalah pesawat Lion Air JT 986 Makassar-Kendari yang seharusnya mendarat pukul 13:38 wita, tetapi memilih return to base ke Makassar.
"Sampai saat ini belum ada informasi kapan pesawat itu terbang kembali dari Makassar dan mendarat di Bandara Haluoleo," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Febri Diansyah resmi menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah dan mengungkap pemeriksaan awal dengan sekitar 20-30 pertanyaan dalam kasus TPPU.
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw meninggal dunia karena sebab alami di Rusun ASN IKN. Simak kronologi dan perjalanan pengabdiannya.
Kementerian Kehutanan menanam 900 bibit mangrove di Raja Ampat untuk rehabilitasi pesisir, menjaga ekosistem, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
KPK menyita uang tunai lebih dari Rp4 miliar dari rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu dalam pengembangan kasus suap Bupati Rejang Lebong