Diskon PPnBM Masih Berlanjut, Ini 13 Daftar Mobilnya
Daftar kendaraan yang mendapatkan diskon pajak ini makin sedikit jika dibandingkan dengan akhir Agustus lalu.
Ilustrasi perang dagang AS-China/shiwuzq.com
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia mengklaim masih melihat perkembangan situasi perang dagang AS-China sebelum membuat kebijakan untuk mengantisipasi dampaknya terhadap neraca perdagangan. Kendati demikian, Pemerintah menyadari Indonesia berpotensi menjadi mangsa pasar alternatif bagi AS dan China di tengah kondisi perang dagang ini.
“Untuk sementara ini, kami masih harus mencermati dulu,” ujar Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Pradnyawati, Selasa (19/6/2018).
Meski demikian, dia tidak menyangkal Indonesia berpotensi menjadi mangsa pasar alternatif bagi AS dan China di tengah kondisi perang dagang ini. Bagaimanapun, hingga saat ini Kemendag melihat belum ada gejala lonjakan impor dari kedua negara itu.
Guna mengantisipasi potensi peningkatan impor, Pradnyawati mengatakan, otoritas perdagangan akan tegas dalam menjaga kualitas barang yang masuk sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), terutama untuk produk baja impor.
Selain itu, lanjutnya, Kemendag akan melakukan pengamanan perdagangan, dalam bentuk penyelidikan/investigasi Safeguard dan Anti Dumping.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, dampak perang dagang AS-China terhadap neraca dagang RI belum akan terasa dalam waktu dekat.
Namun, lanjutnya, kemapuan Indonesia dalam memanfaatkan situasi perang dagang untuk meningkatkan ekspor masih sangat terbatas.
Pasalnya, daya saing produk RI masih lemah jika dibandingkan dengan produk Vietnam atau Malaysia. Akan tetapi, sejumlah produk manufaktur seperti alas kaki sudah mampu mengisi sebagian pasar AS yang selama ini diisi produk China.
“Tapi juga harus bersaing ketat dengan Vietnam dalam memperbutkan pasar di AS itu,” tegasnya.
Seperti diketahui, aksi retaliasi tarif impor antara AS dan China berlanjut meski keduanya telah bertemu untuk merundingkan kebijakan dagang masing-masing belum lama ini.
Pada Senin (18/6/2018), Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan menerapkan tarif impor sebesar 10% atas barang-barang China yang bernilai US$200 miliar, sebagai balasan atas keputusan China menaikkan tarif impor atas produk AS.
Pada Jumat (15/6/2018), Trump juga mengungkapkan akan melanjutkan tarif sebesar 25% atas produk China senilai US$50 miliar. Sebagai balasan, China bakal menerapkan tarif tambahan sebesar 25% atas 659 produk AS yang bernilai US$50 miliar, salah satunya kacang kedelai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Daftar kendaraan yang mendapatkan diskon pajak ini makin sedikit jika dibandingkan dengan akhir Agustus lalu.
Renovasi Mandala Krida dikaji UGM selama 5 bulan. Tribun timur yang bergoyang jadi sorotan, Pemda DIY diminta hati-hati.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Persebaya pesta gol 7-0 atas Semen Padang. Simak jalannya pertandingan, daftar pencetak gol, dan susunan pemain lengkap.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.