Menteri Pertahanan Jepang Minta Tak Perlu Ada Apresiasi untuk Korut

Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini Minggu, 03 Juni 2018 01:04 WIB
Menteri Pertahanan Jepang Minta Tak Perlu Ada Apresiasi untuk Korut

Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera menyatakan Korea Utara tidak perlu diberikan penghargaan atau apresiasi karena keputusan negara itu menyetujui berdialog dengan Pemerintah AS terkait dengan program senjata nuklir.

Menurutnya, apresiasi dunia hanya akan diberikan apabila Korea Utara melakukan tindakan nyata untuk mengakhiri semua program pengembangan senjata nuklir dan rudal balistiknya.

Sementara itu, pihak Korea Selatan mendesak dukungan dialog untuk membantu Korea Utara bergabung dengan komunitas internasional. Menurut pemerintah Korsel, Korut perlu diberikan hadiah agar setuju menghentikan program pengembangan senjatanya.

Perbedaan pandangan antar negara-negara sekutu AS muncul menjelang pertemuan antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dengan Presiden AS Donald Trump pada 12 Juni 2018 di Singapura untuk berdiskusi mengenai penghentian program pengembangan sejata nuklir Korut.

Seperti dikutip dari Reuters, dalam Dialog Forum Keamanan Shangri-la di Singapura, Onodera menyatakan Korut pernah menyetujui untuk menghentikan program pengembangan senjata di masa lalu, tetapi hal ini hanya bertujuan mendapatkan celah untuk pengembangan yang lebih lanjut.

"Melihat bagaimana sikap Korut di masa lalu, penting bagi dunia untuk tidak memberikan penghargaan atau apresiasi dalam bentuk apapun, hanya karena setuju untuk berdialog," ujarnya Sabtu (2/6/2018).

Menurutnya, satu-satunya cara untuk membawa kedamaian adalah menekan Korut agar segera mengambil tindakan nyata menghentikan semua program pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik.

Sebelumnya, pada 1994 dan 2005, Korut telah menandatangani kesepakatan terkait penghentian program pengembangan senjara nuklir sebagai balasan untuk pemberian insentif diplomasi dan ekonomi. Namun, hal ini justru diikuti dengan tes senjata nuklir tahap pertama dari 6 ujicoba yang dilakukan pada 2006 dan membuat Korut mendapatkan serangkaian sanksi dari PBB.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Nugroho Nurcahyo
Nugroho Nurcahyo Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online