Lebaran, Mudik-Balik Dikonsep Bisa Lewat Jembatan Kali Kenteng
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengonsep arus mudik dan balik pada Lebaran kali ini, pengguna jalan bisa melintasi Jembatan Kali Kenteng di Jawa Tengah.
Kendaraan pemudik memenuhi ruas jalan tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (22/6/2017) dini hari./Antara-Risky Andrianto
Harianjogja.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan kesiapan jalan nasional dan jalan tol lebih baik pada tahun lalu dan siap untuk dilalui pemudik secara operasional maupun fungsional. Namun, pemudik diimbau untuk tetap berhati-hati dan bijak dalam memilih jalur mudik. Pasalnya, kelancaran pada saat mudik Lebaran tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana jalan, namun juga pengaturan lalu lintas dan perilaku pengendara sendiri.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna mengatakan dengan masa libur yang panjang, para pemudik memiliki kesempatan untuk secara bijak memilih moda transportasi untuk mudik baik jalan, pesawat dan kereta.
Apabila memilih transportasi jalan, kata Herry TZ, juga terdapat banyak pilihan selain jalan tol yakni jalan arteri nasional baik lintas utara, tengah, dan selatan kondisinya cukup baik.
"Para pemudik juga perlu memilih waktu mudik yang tepat, jangan bersamaan dengan puncak mudik," kata Herry, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (2/6/2018).
Untuk mendorong distribusi lalu lintas, Herry mengatakan badan usaha jalan tol (BUJT) telah sepakat untuk memberikan diskon tarif tol, contohnya pada 13-14 Juni dan 18-19 Juni 2018.
"Uang elektronik perlu disiapkan. Untuk tarif tol Jakarta-Surabaya saat ini Rp 344.000. Bank Indonesia telah menaikan batas saldo uang elektronik menjadi Rp 2 juta,” ujarnya.
Titik-titik kemacetan di jalan tol yang terjadi pada arus mudik tahun 2017 seperti di Gerbang Tol Cikarang-Utama juga diantisipasi dengan adanya petugas pembawa mobile reader untuk mempercepat transaksi.
Pekerjaan pembangunan jalan tol layang Cikampek akan dihentikan pada H-10 dan akan menggeser beton pembatas (median concrete barrier) sehingga jalur yang digunakan maksimal.
Jalan tol fungsional yang dapat dilalui pemudik tanpa dikenakan tarif adalah Tol Brebes Timur-Pemalang (37,3 Km), Pemalang-Batang (39,2 Km), Batang-Semarang (75 Km), Salatiga-Kartasura (32 Km), Solo-Sragen (36 Km), dan Wilangan-Kertosono (37 Km). Tempat istirahat dan penerangan juga disiapkan pada ruas tol fungsional meski tidak selengkap yang ada pada ruas tol operasional.
“Pada ruas Tol Brebes-Timur - Sewaka (Pejagan) dan Solo-Sragen meski fungsional, namun kondisi jalannya seperti ruas tol operasional karena sudah siap diresmikan," jelas Herry.
Untuk ruas tol lainnya, dia mengatakan sudah sebagian rigid pavement dan lean concrete. Dalam pelaksanaan dilapangan, rekayasa lalu lintas menjadi kewenangannya Korps Lalu Lintas Polri.
Titik kritis yang perlu menjadi perhatian pemudik adalah di Jembatan Kali Kuto yang direncanakan baru bisa dilalui pada H-2 Lebaran. Sehingga sebelum itu kendaraan akan diarahkan keluar melalui jalan Pantura Jawa sejauh 500 meter dan masuk kembali ke ruas tol.
Untuk Jembatan Kali Kenteng di ruas tol Salatiga-Kertasura yang belum selesai pembangunannya, Kementerian PUPR dan pengelola jalan tol telah mempersiapkan jalan alternatif melintasi bagian bawah jembatan.
Pada ruas jalan arteri nasional, perbaikan Jembatan Cincin Lama atau Widang pada ruas jalan Babat-Lamongan ditargetkan bisa dilalui pada H-10 Lebaran.
Perhatian juga diberikan Kementerian PUPR untuk titik-titik rawan longsor dengan menyiagakan personil dan alat berat sebanyak 80 Posko Lebaran, misalnya, yang tersebar di berbagai provinsi di Pulau Jawa.
Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja mengatakan untuk jalan nasional di Pulau Jawa telah disiapkan Lintas Utara Jawa sepanjang 1.341 Km, Lintas Tengah Jawa sepanjang 1.197 Km dan Lintas Selatan Jawa sepanjang 1.405 Km.
“Jalan tol bukan satu-satunya jalur untuk mudik. Pemudik dihimbau untuk tidak terlalu euforia untuk menggunakan jalan tol pada saat mudik nanti," ujarnya.
Pemudik dari Utara yang menuju Selatan bisa menggunakan berbagai jalur arteri. Misal dari Bogor - Sukabumi - Pelabuhan Ratu, Bandung - Soreang - Ciwidey - Cidaun, Bandung - Nagreg - Tasik - Ciamis- Banjar - Pangandaran.
"Lalu dari Brebes Timur - Prupuk - Bumiayu menuju Purwokerto sudah lebih lancar karena empat flyover telah selesai sehingga mengurangi kemacetan pada perlintasan kereta api," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.