John Herdman Ingin Putus Rekor Buruk Timnas Indonesia vs Thailand
John Herdman ingin memutus rekor buruk Timnas Indonesia atas Thailand sekaligus membawa Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Ilustrasi - Anak-anak korban keracunan makanan/Antara
Harianjogja.com, PAMEKASAN—Korban meninggal dunia akibat keracunan massal di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur yang terjadi pada 12 Mei 2018, kini bertambah dari sebelumnya satu orang menjadi dua orang.
Korban keracunan kedua yang meninggal dunia hingga Senin (21/5/2018) pagi, bernama Marsun, 40, warga Dusun Betes Barat, Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan. Sebelumnya, satu korban meninggal dunia bernama Muati, 55, asal Dusun Sokon, dari desa dan kecamatan yang sama.
"Sampai saat ini belum ada langkah penanganan dari instansi terkait, baik dari Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan atau pun dari Polres Pamekasan meski korban meninggal dunia sudah mencapai dua orang," kata keluarga korban Agus Salim, di Pamekasan.
Kedua korban keracunan massal ini meninggal dunia di RSUD Dr Slamet Martodirjo Pamekasan, dan tergolong paling parah di antara ratusan orang yang mengalami keracunan massal kala itu.
Kasus keracunan massal di Pamekasan itu terjadi pada sebuah acara imtihan di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Nurul Jadid, Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar, Sabtu (12/5/2018).
Tercatat sebanyak 318 orang mengalami keracunan massal kala itu, setelah makan nasi bungkus yang diberikan panitia pada acara imtihan tersebut.
Kasus keracunan massal ini membuat Dinas Kesehatan Pamekasan, menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Penetapan status KLB itu dilakukan karena kasus tersebut membutuhkan penanganan khusus dengan jumlah korban yang tidak sedikit, yakni mencapai 318 orang.
Warga yang menjadi korban keracunan massal akibat makanan nasi bungkus yang diberikan panitia kepada para undangan itu, dari berbagai kelompok usia, yakni balita, remaja, pemuda, dan orang tua.
Awalnya, jumlah korban keracunan hanya sebanyak 150 orang, tetapi hingga Minggu (13/5/2018) malam sekitar pukul 23.00 WIB, korban keracunan sudah tercatat mencapai 318 orang.
Sebanyak 250 orang dirawat di RSUD Waru, Pamekasan, sedangkan sisanya di tiga puskesmas berbeda di wilayah utara Pamekasan, yakni Waru, Pasean, dan Puskesmas Batumarmar, Pamekasan.
Para pasien terpaksa banyak yang dirawat di lorong-lorong rumah sakit, karena daya tampung tidak mencukupi. Sedangkan, pasien yang tergolong parah dirujuk ke RSUD Dr Slamet Martodirjo, Pamekasan, termasuk pasien yang meninggal dunia, Jumat (18/5/2018) pagi, yakni Muati.
Kepala Dinkes Pamekasan Ismail Bey menyatakan, pihaknya belum melakukan tindakan apa pun karena masih menunggu hasil uji lab dari Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
John Herdman ingin memutus rekor buruk Timnas Indonesia atas Thailand sekaligus membawa Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Manunggal Fair Kulonprogo 2026 digelar tanpa APBD dan melibatkan 125 UMKM lokal. Pengunjung hingga hari ketujuh melampaui 100 ribu orang.
Lionel Messi akan menjalani laga terakhir bersama Argentina melawan Benin. Lionel Scaloni memprediksi momen itu sangat emosional.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis tersedia enam kali sehari dengan tarif Rp12.000. Simak jadwal pergi dan pulang selengkapnya.
Zinedine Zidane membela Cristiano Ronaldo yang disorot usai meninggalkan timnas Portugal dan mengenang kesuksesan mereka di Real Madrid.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini 5 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34 derajat Celsius di Kota Jogja.