Kemarau di Pacitan, Warga Perlu Hemat Air

Abdul Jalil
Abdul Jalil Selasa, 08 Mei 2018 09:00 WIB
Kemarau di Pacitan, Warga Perlu Hemat Air

Ilustrasi kemarau di ladang pertanian/Bisnis Indonesia-Rachman

Harianjogja.com, PACITAN—Kekeringan di Pacitan, Jawa Timur sudah di depan mata. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan mencatat ada 28 desa di 12 kecamatan se-Pacitan yang berpotensi mengalami kekeringan dengan kategori III atau kering kritis. Saat ini Pacitan sudah memasuki masa kemarau tahun 2018.

Kepala BPBD Pacitan, Windarto, mengatakan sesuai data pada tahun lalu ada sebanyak 28 desa yang tersebar di seluruh wilayah Pacitan berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau. Saat ini pihaknya mengimbau dan meminta pemerintah kecamatan untuk mendata desa-desa yang rawan kekeringan Pacitan.

Dia menuturkan lima truk tangki air bersih juga disiagakan untuk mengantisipasi bencana kekeringan Pacitan. Persiapan yang telah dilakukan meliputi mengecek kondisi mesin hingga ketersediaan air yang akan didistribusikan.

"Berdasarkan tahun sebelumnya, permintaan air dimulai pada awal bulan Juli," kata dia yang dikutip Madiunpos.com dari laman resmi Pemkab Pacitan, pacitankab.go.id, Senin (7/5/2018).

Windarto mengajak masyarakat untuk mulai menghemat air bersih dan menampung air  bersih. Hal ini karena pemerintah tidak bisa memastikan kapan kemarau akan berakhir.

“Agustus dan September itu hanya perkiraan BMKG, namun kondisi itu tentu hanyalah perkiraan bukan kepastian," ujar dia.

Lebih lanjut, dampak dadi kemarau bukan hanya kekeringan Pacitan juga bahaya kebakaran hutan. BPBD juga menaruh perhatian terhadap masalah kebakaran hutan ini.

"Mari di musim kemarau ini, kita lakukan penghematan air dan bersama menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan," kata Windarto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online