Petani di Sragen Tewas Tertembak Peluru Nyasar, Ini Kronologinya
Petani di Sragen meninggal usai diduga terkena peluru nyasar senapan angin saat bekerja di sawah. Polisi menetapkan tetangga korban sebagai tersangka.
Para warga memadati Kantor Mapolsek Mondokan, Sragen, setelah Tim Unit Reskrim Polsek Mondokan membenkuk tiga orang kawanan pencurian kendaraan bermotor, Jumat (4/5/2018). (Istimewa-Kabar Bandiyanto)
Harianjogja.com, SRAGEN — Bukannya menyembunyikan barang curiannya, maling ini malah mejeng dengan sepeda motor yang dicurinya. Alhasil, dia pun tertangkap.
Tim Polsek Mondokan, Sragen, yang dipimpin AKP Kabar Bandiyanto membekuk tiga orang kawanan pencurian sepeda motor di tiga lokasi yang berbeda, Jumat (4/5/2018). Tiga pencuri amatir itu dibekuk setelah mengunggah foto mereka bersama barang bukti Kawasaki Ninja buatan 2012 berpelat nomor AD 3470 OE di akun Facebook.
Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Mondokan AKP Kabar Bandiyanto saat dihubungi Solopos.com, Jumat malam, menyampaikan komplotan tersangka pencuri motor itu terdiri dari Teguh alias Gapuk, 33; Reza, 30; dan Kawit, 31. Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.
“Teguh ditangkap di rumah indekos pacarnya di Grogol Sukoharjo pukul 06.30 WIB. Reza ditangkap di tempat kerja bangunan Bulu, Polokarto, Sukoharjo. Kemudian Kawit ditangkap di rumahnya di Bulu, Polokarto, Sukoharjo. Penangkapan saya pimpin sendiri bersama Unit Reskrim Polsek Mondokan dibantu Tim Resmob Polres Sragen,” ujar Kabar.
Kabar juga mengamankan barang bukti berupa motor Kawasaki Ninja RR warna putih, sebuah helm standar warna ungu merek Vog; sebuah obeng kecil berbentu pisau kecil; sebuah kunci ring ukuran 8-10 mm, dan sepasang pelat nomor AD 3470 OE. Dia menjelaskan motor yang dicuri tiga pemuda itu milik Slamet Fadilah, 25, warga Dukuh Kenteng RT 015, Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Sragen.
Peristiwa hilangnya motor Slamet terjadi pada Selasa (1/5/218) pukul 01.00 WIB. Kabar mengisahkan peristiwa curanmor itu berawal pada Senin (30/4/2018), Slamet menggelar resepsi pernikahannya di rumahnya dengan hiburan tayub. Acara tersebut, kata dia, berlanjut hingga malam hari dan motor korban itu dititipkan di rumah tetangganya. Motor tersebut diparkir di rumah tetangga dalam kondisi terkunci stang dan kunci dicabut.
“Kebetulan saat Selasa dinihari, ada seniwati hendak pulang dan mengambil motornya yang parkir di depan rumah tetangga tempat korban menitipkan motornya. Helm seniwati itu hilang. Saat itu, korban juga datang dan mengecek motornya. Ternyata motornya juga hilang. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Mondokan. Korban mengalami kerugian Rp23 juta,” ujarnya.
Dari hasil pengembangan kasus, korban curiga kepada tiga orang pemuda yang cukup lama di lokasi hajatan. Pihak korban mengecek di akun Facebook milik salah satu dari tiga orang yang mencurigakan itu ternyata ditemukan foto mereka mejeng bersama motor milik korban. Dari pengembangan kasus itulah, Kapolsek membentuk tim untuk mencari korban dan akhirnya berhasil dibekuk di wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Kini, tiga pencuri diamankan di Polsek Mondokan. Sejumlah warga berdatangan ke Mapolsek untuk melihat pelaku curanmor itu pada Jumat malam. Pelaku diancam Pasal 363 KUHP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Petani di Sragen meninggal usai diduga terkena peluru nyasar senapan angin saat bekerja di sawah. Polisi menetapkan tetangga korban sebagai tersangka.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.