Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Warga bernama Kentut./Suara
Harianjogja.com, TANGERANG- Seorang warga Tangernag, Banten berjuang agar pengadilan mengubah identitasnya yang bernama "Kentut".
“Apalah arti sebuah nama?”, begitulah penggalan kalimat dalam roman tragedi terkenal sastrawan Inggris Shakespeare, “Romeo dan Juliet”, yang kerap dikutip orang-orang untuk membenarkan bahwa sebuah nama tak berarti apa-apa.
Namun, diktum tersebut tak berlaku bagi seorang laki-laki di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, yang sehari-hari berjualan mi ayam sekaligus guru ngaji bernama: “Kentut”.
Sebab, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “kentut” adalah diksi yang diartikan sebagai gas berbau busuk (gas busuk) yang keluar dari anus.
Maya Aulia Apriliani, jurnalis Banten Hits—jaringan Suara.com, berkesempatan menemui Kentut yang tengah berjuang untuk mendapatkan legalitas perubahan namanya.
“Saya mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri Tangerang agar bisa mengubah nama dari Kentut menjadi Ihsan Hadi,” tutur Kentut di PN Tangerang, Senin (16/4/2018).
Ia menuturkan, mempunyai alasan kuat untuk memohon pergantian namanya. Sebab, ia kerap kali menjadi sasaran olok-olok teman-temannya karena namanya yang tergolong unik.
“Tak hanya itu, kasihan juga anak perempuan saya. Dia masih bersekolah, dan seringkali diejek teman-temannya karena nama bapaknya ini,” katanya.
Lelaki berusia 28 tahun itu mengajukan permohonan perubahan nama ke PN Tangerang didampingi pamannya, Rebo, 45.
Kehadiran paman dan keponakan yang memiliki nama unik ini, praktis membuat pengunjung sidang, tak terkecuali hakim, tersenyum-senyum saat menyidangkan perkara tersebut.
Menurut Rebo, nama keponakannya itu benar-benar diberikan orang tua saat yang bersangkutan lahir ke dunia. Mereka memberi nama Kentut karena diduga kurang memahami dampak yang akan ditimbulkan.
“Namanya juga orang di kampung, dan waktu itu orang tuanya asal memberi nama. Alhasil, sewaktu melengkapi administrasi kependudukan, kedua orangtuanya tersebut menyebut Kentut sebagai nama dari anaknya tersebut,” jelasnya.
Kentut yang tiap hari mengajar mengaji Alquran kepada warga sekitar perlu mengganti. Sebab, ia menilai Kentut saat ini telah menjadi panutan warga. “Memang saat ini warga telah berhenti mengejek Kentut. Sudah bosan mungkin. Sekarang Kentut adalah panutan karena dia seorang ustaz,” tandasnya.
Kentut sudah mengurus persoalan administratif perubahan namanya. Kekinian, ia tinggal menunggu majelis hakim, apakah namanya bisa diubah, ataukah tetap sebagai Kentut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.