Rem Diduga Blong, Bus Pendaki Gunung Lawu Tabrak Rumah Makan
Bus rombongan pendaki Gunung Lawu mengalami kecelakaan di Ngargoyoso, Karanganyar. Polisi menduga rem bermasalah saat melintas jalur menurun.
Ilustrasi kemiskinan. (Solopos-Dok)
Harianjogja.com, SOLO—Sedikitnya 90.098 jiwa atau 38.125 keluarga di Solo, Jawa Tengah masuk kategori miskin. Untuk 111.928 jiwa atau 21.826 keluarga lainnya, mereka tergolong berstatus rentan risiko sosial.
Intervensi program penanganan kemiskinan tersebut dikerjakan Pemkot Solo dalam enam skala prioritas. Menurut Kepala Bidang (Kabid) Sosial Budaya dan Pemerintahan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Solo, Sumilir Wijayanti, prioritas satu hingga empat dikerjakan untuk penanganan kemiskinan warga kategori sangat miskin, miskin, rentan miskin, dan hampir miskin.
Sedangkan prioritas lima dan enam untuk penanganan kemiskinan warga kategori rentan risiko sosial. “Penetapan prioritas penanganan dilakukan setelah home visit dan checklist indikator variabel. Nanti akan dihitung skornya dan masuk skala prioritas yang mana,” katanya, Senin (16/4/2018).
Dia mengatakan masing-masing prioritas memiliki intervensi penanganan program berbeda satu sama lain. Dia mencontohkan prioritas satu misalnya intervensi penanganan program kemiskinan bagi warga kategori sangat miskin ini meliputi berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, bantuan pangan, subsidi listrik, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), serta sarana prasarana sanitasi dan lain sebagainya.
Penanganan ini pun berbeda dengan warga kategori rentan risiko sosial yang masuk dalam prioritas lima dan enam. Di mana penanganan misalnya hanya membutuhkan fasilitasi kesehatan seperti tidak mampu membayar premi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan-Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Hal ini karena penghasilan warga yang mepet untuk membayar premi tersebut. Contoh kasus lain warga yang terguncang ekonominya karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sehingga butuh penanganan kesehatan atau pendidikan, bahkan pemberdayaan akses ekonominya.
“Jadi data warga miskin melalui e-SIK [Sistem Informasi Kemiskinan secara elektronik] tidak hanya by name by address, tapi juga bentuk intervensi program penanganan yang akan dilakukan apa saja,” kata dia.
Kepala Bappeda Solo Ahyani mengatakan ada 25 parameter yang digunakan Pemkot untuk mendata warga miskin, di antaranya luas lantai, jenis lantai, jenis dinding, fasilitas tempat mandi cuci kakus (MCK), sumber air minum, sumber penerangan rumah, jenis bahan bakar untuk memasak sehari-hari, frekuensi pembelian daging, berapa kali makan dalam sehari, tidak sanggup membayar pengobatan di Puskesmas atau rumah sakit, sumber penghasilan rumah tangga, pendidikan tertinggi kepala rumah tangga, kepemilikan aset dan lain sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Bus rombongan pendaki Gunung Lawu mengalami kecelakaan di Ngargoyoso, Karanganyar. Polisi menduga rem bermasalah saat melintas jalur menurun.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.