KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Harianjogja.com, PEKANBARU- Seorang warga Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau diserang kawanan beruang saat tengah bekerja di kebun karet.
Warga bernama Dasril yang merupakan seorang petani itu diserang kawanan beruang saat sedang mengambil getah atau menyadap dari pohon karet.
Kapolres Rohul, AKBP Muhammad Hasyim Risahondua mengatakan bahwa korban berhasil diselamatkan warga, dan saat ini dirawat di salah satu rumah sakit di Ujungbatu, Rohul.
"Keterangan korban ada dua ekor beruang yang menyerangnya," kata Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua, Senin (16/4/2018).
Dia menjelaskan, kejadian itu berawal saat korban pada Minggu 15 April 2018 saat akan menyadap karet di Dusun Lubuk Ulat, Desa Cipang Kiri Hulu, Kecamatan Rokan IV Koto, Rohul.
"Dalam perjalanan itulah korban tiba-tiba diserang dua ekor beruang liar," ucapnya. Korban sempat melawan dan membuat beruang itu kabur. Namun korban mengalami luka-luka yang cukup serius terutama pada bagian kaki. Korban banyak mengeluarkan darah.
"Beruntung saat itu ada warga yang melihat korban berjalan dengan kondisi luka-luka. Warga kemudian membawanya ke rumah sakit," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.