Road Rage Meningkat, Tekanan Ekonomi Bikin Pengendara Mudah Emosi?
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
Ilmu digital forensik di Indonesia baru mulai berkembang sejak lima tahun terakhir, berbeda dengan di luar negeri seperti Amerika yang sudah sejak 1980-an
Harianjogja.com, SLEMAN-Kewaspadaan terhadap kejahatan dunia maya perlu ditingkatkan dengan menambah kemampuan sumber daya manusia (SDM) terkait information security seiring meningkatkan kasus penyalahgunaan data dalam cyber crime. Hal itu dibahas dalam seminar bertajuk Information Security and Mobile Computing, Tren Teknologi dan Peluang Kerja, di Kampus Respati, Kamis (14/3).
Pakar Digital Forensik Yudi Prayudi menjelaskan, ilmu digital forensik di Indonesia baru mulai berkembang sejak lima tahun terakhir, berbeda dengan di luar negeri seperti Amerika yang sudah sejak 1980-an. Saat kejahatan dunia maya belum merebak, digital forensik dipakai untuk melakukan recovery file untuk menyelamatkan file yang hilang.
"Di Indonesia termasuk bidang baru, ketergantungan literatur digital forensik dari luar negeri ini sangat besar, kita harus mengembangkan agar punya literatur di dalam negeri," ungkapnya, Kamis (14/3/2018).
Dosen UII ini menambahkan, dunia digital saat ini memasuki era digital universe, hampir semua terkait dengan kebutuhan data harus memasukkan data pribadi. Sementara, data pribadi tersebut sangat rentan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap kejahatan dunia maya harus ditingkatkan. Salah satunya dengan menambah wawasan terkait information security.
"Data yang masuk ke aparat keamanan atau mengarah cyber crime juga kasusnya meningkat. Dari tahun ke tahun jumlah barang bukti juga baik komputer atau digital atau supporting-nya juga meningkat. Pelaku kejahatan dunia maya juga semakin kreatif," ungkapnya.
Kaprodi Teknik Informatika Fakultas Saintek, Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) Marselina Endah Hiswati mengatakan, seminar itu diikuti lebih dari 220 peserta. Mereka terdiri atas perwakilan para guru se-DIY dan Jawa Tengah serta mahasiswa informatika.
Harapannya, peserta dapat menyerap banyak informasi untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menggeluti dunia maya. Ia sepakat, pencegahan kejahatan dunia maya perlu dilakukan dengan menambah banyak pengetahuan tentang keamanan digital.
"Apalagi saat ini peluang usaha dengan memanfaatkan teknologi informasi sangat tinggi. Serta setiap pekerjaan menggunakan itu, kami harapkan guru juga dapat mengambil manfaat dari kegiatan ilmiah ini untuk diterapkan di sekolah," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam menguru
Prakiraan cuaca DIY Jumat 21 Agustus 2026: udara kabur di Kulonprogo, Sleman, dan Kota Jogja. Bantul cerah, Gunungkidul berawan. Suhu 21-32°C. Cek selengk