Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Pemerintah Pusat menerima banyak sekali usulan pemekaran wilayah, tapi hingga kini moratorium pemekaran masih tetap diberlakukan
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Pusat menerima banyak sekali usulan pemekaran wilayah, tapi hingga kini moratorium pemekaran masih tetap diberlakukan.
Pemekaran dianggap dapat memunculkan fragmentasi yang memecah investasi, sehingga akhirnya negara kehilangan skala ekonomi.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, pemekaran adalah hak konstitusional daerah. Presiden Joko Widodo, ucapnya, juga telah menyatakan pemekaran bisa dilakukan sepanjang bertujuan mempercepat kesejahteraan dan pemerataan. Namun, dengan adanya program penggalakkan infrastruktur, untuk saat ini pemekaran ditunda.
"Yang [mengajukan jadi] provinsi saja ada Provinsi Sumbawa, Nias, Kepulauan Buton, Tapanuli selatan, di Lampung dan Papua juga ada. Untuk kabupaten dan kota ada 314 daerah yang mengajukan," ucap Tjahjo di sela-sela acara Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Nasional (KP3MN) di Hotel Alana, Selasa (13/2/2018).
Tjahjo mengistilahkan pihak-pihak yang ingin memekarkan daerah lebih suka jadi kepala tikus dibanding jadi buntut gajah. Karena, seorang bupati yang memimpin 10.000 penduduk mau-mau saja daerahnya dipecah jadi dua.
Apalagi, sebutnya, pemekaran akan membuat arus investasi yang masuk tidak akan fokus. Pemerintah Pusat tidak menghambat keinginan daerah yang punya keinginan memekarkan diri.
Hanya saja, kata Tjahjo, masyarakat perlu memberikan kesempatan bagi program Infrastruktur Jokowi untuk mewujudkan kesejahteraan dan pemerataan.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menerangkan, pemekaran dapat memicu fragmentasi yang mengakibatkan investasi terpecah jadi kecil-kecil, sehingga negara kehilangan skala ekonomi.
"Di dunia investasi dan keuangan, yang penting adalah skala ekonomi. Justru saat ini butuh daerah yang punya skala. Kalau pecah akan memicu inefisiensi. Harmonisasi dan integrasi jadi akan lebih susah. Saya ingin mengatakan sekarang [Indonesia] sudah ada dititik baik. Sudah imbang dengan fokus dan skala ekonomi," jelas Thomas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Begini cara membaca nilai TKA 2026 lengkap dengan arti skor, kategori hasil ujian, dan syarat mendapatkan predikat istimewa.
Prabowo Subianto membagikan 109 hewan kurban untuk warga Babakan Madang, Bogor, menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot memperketat pengawasan hewan kurban Iduladha 2026 untuk mencegah penyakit ternak di lokasi penjualan.
PLTA Upper Cisokan 1.040 MW diproyeksikan menjadi pumped storage pertama di Indonesia untuk menopang sistem listrik energi hijau.
Dokter mengingatkan risiko konsumsi daging kurban berlebihan saat Idul Adha. Simak batas aman dan tips sehat agar terhindar hipertensi dan kolesterol.