Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Pembentukan LLPT merupakan amanat Undang-Undang No.12/2012
Harianjogja.com, JOGJA-Koordinator Kopertis Wilayah V Bambang Supriyadi tidak sepakat dengan adanya berita mengenai pembubaran Kopertis. Kopertis bukannya dibubarkan, tetapi hanya berubah bentuk menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLPT).
Bambang memaparkan, pembentukan LLPT merupakan amanat Undang-Undang No.12/2012. Lembaga tersebut tidak hanya melayani perguruan tinggi swasta (PTS) tetapi juga perguruan tinggi negeri (PTN). Pemerintah semestinya membentuk LLPT di setiap daerah tapi hal itu akan memakan banyak biaya karena perlu menyediakan gedung baru, sumber daya manusia pendukung, dan lainnya.
Setelah melalui beberapa pembahasan dan pertimbangan, disepakati bahwa Kopertis akan diubah menjadi LLPT. “Nanti ada penambahan organisasi dari SDM di masing-masing Kopertis yang sekarang ada 14. Mungkin akan ada yang dipecah di beberapa wilayah sehingga jumlahnya jadi lebih banyak,” kata Bambang saat dihubungi Harianjogja.com, Jumat (5/1/2018) malam.
Bambang menambahkan, pembentukan LLPT sebenarnya sudah dibahas sejak 2013 lalu. Awalnya, LLPT diharapkan bisa mulai beroperasi awal 2018 ini. Namun, hingga saat ini dia mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai realisasinya. “Kita sudah siapkan. Pekerjaannya nanti jelas tambah banyak tapi kemarin sudah diidentifikasi dan dibuat matrik,” ujar Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp72.500 per kg, sedangkan telur ayam ras dijual Rp30.300 per kg.