Cureng, Burung Besi Pengebom Tangsi Belanda

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Rabu, 26 Juli 2017 16:40 WIB
Cureng, Burung Besi Pengebom Tangsi Belanda

Pesawat jenis Cureng. (Ist/Dokumen TNI AU)

Cureng yang tersimpan di Museum Satria Mandala itu juga pernah diterbangkan Marsekal Udara Agustinus Adisutjipto.

Harianjogja.com, SLEMAN—Untuk pertama kalinya setelah tidak dipergunakan lagi, pesawat jenis Cureng akan ditampilkan dalam agenda Napak Tilas di Hari Bhakti ke-70 TNI AU pada Sabtu (29/7/2017).

Komandan Landasan Udara Adisutjipto, Marsekal Pertama TNI Novyan Samyoga, menyampaikan penampilan Cureng bakal jadi sejarah karena baru pertama kalinya ditampilkan dalam peringatan hari bhakti.

“Cureng di Indonesia itu merupakan pesawat peninggalan dari Jepang dan sekarang menjadi satu-satunya yang masih ada di dunia,” ujarnya dalam jumpa pers di Media Center Landasan Udara Adisutjipto, Sleman, Rabu.

Cureng kini dipajang di Museum Satria Mandala Jakarta. Burung besi itu menjadi legendaris karena digunakan untuk mengebom tangsi Belanda di tiga wilayah di Jawa Tengah, yakni Salatiga, Ambarawa dan Semarang pada 1947.

Cureng yang tersimpan di Museum Satria Mandala itu juga pernah diterbangkan Marsekal Udara Agustinus Adisutjipto. Rencananya, Cureng yang ada di Museum Satria Mandala itu diboyong ke Jogja untuk dipamerkan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

Pesawat Cureng itu kini sudah ada di Skadron Teknik (Skatek) 043 Lanud Adisutjipto. Burung besi produksi Jepang bernama asli Yokusuka K5Y (Shinsitei) ini sudah “mendarat” di Skatek 043 sejak Senin (17/7/2017).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online