Hyundai Tarik Ratusan Ribu Mobil Gara-gara Risiko Rem Mendadak
Hyundai recall 421 ribu mobil di AS akibat risiko rem mendadak dari error software kamera depan pada model 2025–2026.
Ilustrasi kejuaraan bola voli (JIBI/Solopos/Dok.)
Pada hari pertama, putri Popsivo akan berhadapan dengan Yumansa
Harianjogja.com, SLEMAN—Pertarungan sengit bakal terjadi pada babak semifinal kategori putri pada turnamen bola voli Mahameru Cup V 2016 di lapangan Dusun Wonorejo, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman pada 9-10 Mei 2017 mendatang.
Popsivo, Yumansa, Yuwana dan Yujet A akan berlaga di babak itu. Pada hari pertama, putri Popsivo akan berhadapan dengan Yumansa sedangkan pada hari kedua, putri Yuwana akan berhadapan dengan Yujet A.
Bidang pertandingan Mahameru Cup V 2017, Heru Wijiatmoko, mengatakan keempat tim ini dipastikan akan tampil ngotot pada babak semifinal. Popsivo yang dimotori oleh Anjani dan kawan-kawan akan bekerja keras saat membendung blok dan serangan dari Yumansa.
“Popsivo lolos setelah menang atas Spirit dengan skor 3-0 sedangkan Yuwana lolos setelah mengalahkan PVF Muda dengan skor 3-1,” katanya, Kamis (4/5/2017). Menurut Heru, sebelum babak semifinal digelar para kontestan terlebih dahulu akan berebut juara pool pada 5 dan 6 mei mendatang. Untuk final digelar tanggal 12 Mei 2017 untuk kategori putra dan 13 Mei 2017 untuk putri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai recall 421 ribu mobil di AS akibat risiko rem mendadak dari error software kamera depan pada model 2025–2026.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.