KISAH TRAGIS : Terlahir dengan Kelainan Genetik, Bayi Ini "Dibuang" Ibunya

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Selasa, 24 Januari 2017 23:20 WIB
KISAH TRAGIS : Terlahir dengan Kelainan Genetik, Bayi Ini "Dibuang" Ibunya

Ilustrasi bayi (JIBI/Solopos/Dok.)

Kisah tragis mengenai seorang anak yang dilahirkan dengan kelainan genetik.

Harianjogja.com, INDIA -- Seorang ibu tak mau menyusui anaknya yang terlahir prematur. Bahkan, dia menjuluki anak tersebut alien lantaran bayi ini terlahir dengan kulit yang mengeras dan bentuk tak sempurna.

Mirror, Senin (23/1/2017) menulis, perempuan berusia 28 tahun yang tak mau membeberkan identitas melahirkan seorang bayi perempuan di sebuah rumah sakit pemerintah. Tepatnya di Distrik Patna, Bihar, India Timur, pada Minggu (22/1/2017).

Hanya dalam hitungan jam, berita mengenai kelahiran bayi ini beredar masif. Akibatnya, warga berbondong-bondong  ke rumah sakit tersebut, sekadar untuk melihat secara langsung bayi ini.

Dokter pun terpaksa mengusir orang-orang yang ingin melihat bayi tersebut.

Orang tua bayi yang masih muda, mengaku trauma dengan proses kelahiran ini. Bahkan mereka menyebut bayi itu sebagai kutukan dan tak mau menerimanya.

Ketika akhirnya bayi ini dibawa pulang, ibu kandung anak ini tak mau menggendong dan memberikan air susu ibu (ASI). Ibu itu berkata,"Saya tak tahu mengapa hal ini dapat terjadi. Saya dan keluarga merasa hancur. Saya sangat tertekan, saya benar-benar menginginkan menjadi seorang ibu dari bayi yang sehat, entah itu laki-laki atau perempuan."

Dokter menilai harapan hidup bayi ini tak bertahan lama. Sebab organ-organ tubuhnya belum ada yang berkembang dengan baik. Angka harapan hidup bayi ini hanya berkisar 1 : 1.000.000.

Kelainan genetik langka yang disebut harlequin ichthyosis terjadi karena kekurangan gizi yang yang akut. Akibatnya bayi yang dilahirkan akan memiliki kulit tipis dan bagian wajah belum berkembang sempurna.

Adapun bayi ini dilahirkan dengan kulit tipis tetapi mengeras dan pecah-pecah serta lapisan kulit berwarna putih.

Kemungkinan mata dan organ tubuh yang lain juga mengalami ketidaknormalan. Kulit yang pecah-pecah ini mengakibatkan pasien mudah terserang infeksi lantaran bakteri sehingga berakibat fatal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online