SIM Keliling Polda DIY Senin 24 Agustus 2026, Ini Lokasinya
Cek Jadwal SIM keliling Jogja Senin 24 Agustus 2026 di SKUKP, JCM, dan Ramai Mall, lengkap dengan syarat perpanjangan SIM.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Pembunuhan Sleman terjadi di sebuah home stay.
Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang karyawan home stay, Sumarsih, 30, ditemukan tewas dengan luka bagian kepala di tempat kerjanya, tepatnya di RT 06 RW 09 Dusun Kemiri, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Selasa (18/8/2015) sore. Korban diduga tewas karena dibunuh.
Jasad korban ditemukan di sela-sela lorong bangunan home stay milik Lukito, tepat berada di bawah pohon Mahoni sekitar pukul 15.00 WIB. Korban merupakan karyawan sebagai petugas kebersihan di home stay tersebut. Merupakan warga di RT 03 RW 08 Dusun Kemiri, Purwobinangun, Pakem.
Salahsatu rekan korban Titik, 30, menjelaskan, Sumarsih bekerja di home stay baru sebulan. Ia terakhir kali bertemu dengan korban pada Minggu (16/8/2015) malam saat ada acara wayangan di kampungnya. Ketika itu dirinya sempat menyampaikan uang Rp100.000 kepada korban, titipan majikannya sebagai kekurangan pembayaran gaji.
Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh karyawan lainnya bernama Sapto saat akan tengah membersihkan halaman home stay. "Pak Sapto mau ambil selang air, dan melihat korban telentang di bawah pohon itu [Mahoni]," terangnya saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (18/8/2015) malam.
Ia menambahkan, korban sempat bercerita tentang keinginannya untuk bercerai dengan suaminya sekitar tiga pekan yang lalu. Tiap hari Senin biasanya masuk bekerja untuk bersih-bersih. "Hari Senin itu saya juga datang ke sini, tidak melihat korban, tapi saya melihat ada bekas halaman sudah disapu. Kebetulan saya membersihkan rumah yang berbeda," ujarnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Hudit Wahyudi usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menegaskan, korban tewas karena dibunuh. Dugaan itu terlihat dari luka di bagian pelipis kiri serta mata. Hingga semalam, jenazah korban dibawa ke RSUP Sardjito untuk kepentingan otopsi. "Dugaannya dianiaya dengan benda tumpul," ungkapnya.
Hasil penyelidikan sementara, korban memiliki suami namun saat ini hubungannya sedang tidak harmonis alias pisah ranjang. Temuan itu akan terus diselidiki sebagai bahan untuk mengungkap kasus tersebut. "Dugaan sementara, korban sempat bertemu suaminya beberapa hari lalu. Ada yang melihat bersama suaminya. Kami akan selidiki hubungan pertemuan itu," urai dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek Jadwal SIM keliling Jogja Senin 24 Agustus 2026 di SKUKP, JCM, dan Ramai Mall, lengkap dengan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.
Persib tanpa Bobotoh menghadapi Manila Digger FC di play off ACL 2 pada 31 Agustus 2026 setelah mendapat sanksi AFC.