Harga BBM Pertamina Hari Ini 19 Agustus 2026, Cek Daftarnya
Harga BBM Pertamina hari ini, Rabu 19 Agustus 2026. Simak harga Pertamax, Pertalite, Pertamax Turbo, Dexlite hingga Pertamina Dex.
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air pada puing sisa kebakaran di gudang pabrik tripleks di Depok, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Selasa (18/8) pagi. (JIBI/Harian Jogja/dok-Warga Gamping, Sleman)
Penemuan janin oleh seorang pemancing.
Harianjogja.com, KULONPROGO– Seorang warga menemukan sesosok orok saat memancing di tepi Sungai Serang, Selasa (18/8/2015). Orok tersebut diduga diaborsi saat usia lima bulan dan dibuang orangtuanya di sungai.
Sugiarto, 36, saksi mata mengaku menemukan orok tersebut sudah tersangkut senar pancingnya. Warga Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah itu, awalnya mengira sampah yang menyangkut di senar pancing. Namun, saat akan diambil, dirinya kaget karena benda tersebut tampak memiliki tangan dan kaki.
“Tadinya saya kira sampah, mau saya ambil, ternyata itu bayi. Lalu saya langsung ke rumah Pak Lurah [Kades Glagah] melaporkan kalau saya nemu bayi,” ujar Sugiarto.
Kejadian tersebut langsung mengundang perhatian warga. Warga sekitar pun langsung mendatangi lokasi penemuan bayi. Tak berlangsung lama, Tim SAR dan Kepolisian Sektor (Polsek) Temon langsung mendatangi lokasi. Petugas juga langsung mengevakuasi bayi yang masih tersangkut senar pancing dan langsung membawanya ke tepi sungai untuk dilakukan pemeriksaan.
Menurut pemeriksaan Petugas Medis Puskesmas Temon II Deny Rahmawati, diketahui bayi tersebut baru tewas sekitar satu hari. Pasalnya, tubuh orok tersebut belum terlalu kaku. Berdasarkan pemeriksaan fisik, bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki. Pada bagian tubuhnya, ditemukan luka robek pada plasenta dan terdapat memar di bagian kepala.
“Memar di bagian kepala kemungkinan efek pembusukan, bukan karena terbentur. Selain itu, plasenta juga sudah robek, dari ciri fisik ada manipulasi-manipulasi saat proses kelahirannya,” kata Deny.
Deny menambahkan, pemeriksaan akan dilakukan lebih lanjut di RSUD Wates untuk mengetahui penyebab kematian bayi. Deny mengaku belum dapat memastikan, apakah bayi tersebut dilahirkan secara paksa melalui aborsi atau tidak. Penyebab kematian bayi baru dapat dipastikan setelah melewati pemeriksaan otopsi.
“Tergantung nanti bagaimana polisi. Apa perlu diotopsi lebih lanjut atau tidak. Namun, kami tidak bisa memastikan, apakah bayi ini diaborsi atau seperti apa,” imbuh Deny.
Orok tersebut diduga masih belum cukup bulan untuk dilahirkan. Kemungkinan bayi tersebut baru berusia lima bulan saat dalam kandungan, lalu digugurkan karena tidak diinginkan oleh orang tuanya. Panit Reskrim Polsek Temon Aiptu Aris Saryono mengatakan, jasad bayi bayi tersebut langsung dibawa ke RSUD Wates guna pemeriksaan selanjutnya.
“Kami masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Saksi juga sudah diminta keterangannya atas penemuan bayi tersebut,” jelas Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga BBM Pertamina hari ini, Rabu 19 Agustus 2026. Simak harga Pertamax, Pertalite, Pertamax Turbo, Dexlite hingga Pertamina Dex.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.
Persib tanpa Bobotoh menghadapi Manila Digger FC di play off ACL 2 pada 31 Agustus 2026 setelah mendapat sanksi AFC.