SIM Keliling Polda DIY Senin 24 Agustus 2026, Ini Lokasinya
Cek Jadwal SIM keliling Jogja Senin 24 Agustus 2026 di SKUKP, JCM, dan Ramai Mall, lengkap dengan syarat perpanjangan SIM.
Ilustrasi mayat bayi (Bbc.co.uk)
Penemuan janin terjadi di sebuah masjid di Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN - Takmir Masjid Al-Fath Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman dikejutkan dengan temuan mayat bayi di dalam masjid, Selasa (11/8/2015) pagi. Pembuang mayat bayi itu meninggalkan secarik kertas bertuliskan permintaan agar penemu menguburkan bayi dengan layak.
Mayat bayi pertama kali ditemukan Takmir Masjid Al-Fath, Arif Suryanto, 40, saat akan menjalankan ibadah Salat sekitar pukul 03.30 WIB, Selasa (11/8/2015). Arif menceritakan, setelah mengambil air wudlu, lalu masuk ke dalam masjid, ia dikagetkan dengan keberadaan sebuah kardus. Ketika dibuka, ia melihat uang tunai Rp150.000 di dalamnya. Kemudian di samping uang itu terdapat bungkusan plastik warna putih yang berisi bayi dengan diselimuti kain warna putih serta kaus warna merah. Selain itu di dalamnya juga berisi ari-ari bayi tersebut.
"Saya pegang agak gembur dan ternyata bayi. Kardus itu posisinya di dalam masjid," ungkap dia saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (11/8/2015) siang.
Arif menambahkan, ia kemudian memberitahukan kepada temannya yang berada di masjid. Setelah dicek memang kondisi bayi berjenis kelamin laki-laki itu sudah meninggal dunia. Ia menemukan secarik kertas berwarna putih di bawah bayi, bertuliskan agar bayi dikuburkan dengan layak. Kertas itu diduga sengaja ditulis oleh pelaku pembuang yang meninggalkan bayi di masjid itu.
"Bunyi tulisannya, Assalamu'alaikum, bapak/ibu tolong kuburkan anak ini dengan layak ya, terima kasih," ucap Arif.
Menurutnya, mayat bayi itu diperkirakan dimasukkan ke dalam masjid antara pukul 24.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Karena pada pukul 23.00 WIB ia bersama temannya masih belum tidur di dalam masjid. Bahkan saat akan tidur dan menutup regol masjid belum ditemukan kardus berisi mayat bayi itu.
"Kami masih sempat ngobrol di dalam masjid sama teman-teman. Makanya saya kaget saat pagi hari ada kardus itu," imbuhnya.
Tidak ada informasi dari warga sekitarnya terkait identitas mayat bayi. Selain itu di kampungnya, kata Arif, penghuni lebih didominasi anak kos. Sehingga tidak dapat mengetahui kemungkinan adanya yang melahirkan.
Terpisah, Camat Depok Budiharjo mengatakan selama beberapa bulan terakhir kerap ditemukan mayat bayi yang dibuang di Depok seperti di sungai. Meski demikian belum tentu pelakunya tinggal di Depok. "Biasanya di sungai. Kalau ini ditaruh di masjid. Kondisinya sudah dicek secara medis dan memang sudah meninggal dunia," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek Jadwal SIM keliling Jogja Senin 24 Agustus 2026 di SKUKP, JCM, dan Ramai Mall, lengkap dengan syarat perpanjangan SIM.
Softex bersama Indomaret menghadirkan program Posyandu Remaja Softex dan Indomaret, sebuah inisiatif CSR yang akan menjangkau lebih dari 2.000 remaja putri
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin. Simak sejarah pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Pemerintah menyiapkan pemulihan Desa Adat Sade setelah kebakaran menghanguskan 167 bangunan dan benda warisan budaya Suku Sasak.
Film Laut Bercerita melibatkan dua fotografer khusus untuk menghidupkan detail visual tragedi penghilangan aktivis 1998.
Portal UGM AI Tech4Disaster telah menghimpun sekitar 1.400 laporan warga untuk membantu pemetaan kebutuhan logistik pascabencana NTT.