Big Bang dan Wonder Girsl Reuni, Sunye Berbagi Kesan Pertama Kali Bertemu Taeyang
Episode terbaru channel ZIP Daesung di Youtube menghadirkan anggota Big Bang dan wonder Girls, Sunye dan Yubin. Pertemuan ini bisa dikatakan reuni
Indigo (tengah) bersama dua kakaknya, Devon (kiri) dan Shade (kanan). (Dailymail)
Harianjogja.com, JOGJA-Mengalami penyakit langka yang disebut sindrom Beckwith-Wiedemann, bayi berusia 10 bulan, Indigo Nowakowsky-Kaiuha ini terlihat seperti anak usia lima tahun. Penyakit yang menyerang 1 di antara 15.000 anak ini mengakibatkan Indigo mengalami berbagai masalah kesehatan.
Sampai saat ini, berat badan Indigo mencapai 25 Kg. Usia dan berat badan yang tak seimbang membuat Indigo tidak lagi dapat menggunakan kursi bayi mobil. Alhasil orangtuanya harus memesan secara khusus. Akibat sindrom langka ini, Indigo mengalami kesulitan bernafas. Gadis cilik ini pun harus berjuang untuk belajar berjalan di masa depan.
Diagnosa mengenai penyakit ini baru diketahui saat Indigo berusia empat bulan. Tepatnya saat berat badan Indigo terus bertambah tak wajar. Saat dilahirkan, kesehatan Indigo sempat mengkhawatirkan. Pasalnya anak ini memiliki akumulasi cairan abnormal dalam sistem sirkulasi, pusar yang menonjol, organ tubuh yang membesar dan risiko mengalami sakit kanker yang tinggi.
"Mereka melakukan tes darah dan menemukan jika Indigo mengalami sindrom Beckwith-Wiedemann. Kami sedang menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah penyakit ini merupakan genetik atau random," jelas ibu Indigo, Tiffany Nowakowsky-Kaiuha seperti dikutip dari Dailymail.
Setelah Indigo lahir, Tiffany mengakui persoalan di keluarganya semakin bertambah. Pertama, berkaitan dengan kesehatan Tiffany. Berat bagi ibu ini menggendong Indigo dengan berat sebesar 25 Kg. Akibatnya, ibu tiga anak ini mengalami sakit tulang belakang. Kedua, beban pengeluaran keluarga kian membesar. Sebab Indigo membutuhkan pakaian dan biaya kesehatan yang lebih besar. Adapun, Tiffany masih memiliki dua putra, Shade, 6, dan Devon, 4, yang juga membutuhkan biaya.
"Saya merasa khawatir dengan masa depan Indigo, karena belum diketahui apakah dia dapat berjalan atau merangkak. Biaya untuk kesehatan dan pakaian baru setiap saat juga membuat saya semakin tertekan. Karena ukuran tubuh yang besar, saya tidak dapat menemukan kursi bayi di mobil yang cocok untuk Indigo. Saya juga membutuhkan tenaga pengasuh setiaps aat saya pergi berbelanja. Kami benar-benar harus berhemat untuk mengatasi hal ini," terangnya.
Doktor mengatakan keluaga Indigo mempersiapkan diri setidaknya selama delapan tahun untuk mengetahui apakah gadis ini akan mengalami pertumbuhan yang tak lazim. Namun Tiffany menuturkan tidak dapat bertahan selama itu karena biaya yang dibutuhkan kian besar.
Guna mengantisipasi biaya perawatan Indigo, Tiffany akhirnya merilis kampanye pengumulan dana dengan nama 'Our Beautiful Indigo'.
"Kami membutuhkan bantuan untuk biaya di rumah sakit, membeli pakaian Indigo dan membantu saya mengatasi rasa sakit di tulang belakang karena menggendong dia. Setiap US$1 sangat membantu. Jika beberapa orang dapat membantu hanya US$1, akan membuat perubahan besar dan membantu kami mengatasi masalah ini," terangnya.
https://givealittle.co.nz/cause/ourbeautifulindigo">Tertarik ingin membantu? Silakan buka link ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Episode terbaru channel ZIP Daesung di Youtube menghadirkan anggota Big Bang dan wonder Girls, Sunye dan Yubin. Pertemuan ini bisa dikatakan reuni
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.