Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Ilustrasi penganiayaan (Dok/JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, JOGJA-http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/18/empat-penganiaya-polisi-di-sarkem-ditangkap-552962">Empat dari tujuh tersangka pengeroyokan anggota Brimob Polda DIY Brigadir Toni Narwoko yang ditangkap
Tim Khusus Polresta Jogja dan Polda DIY diketahui tengah merayakan ulang tahun sambil pesta minuman keras sebelum menganiaya
korban. Hal itu terungkap dari pengakuan tersangka yang diperiksa penyidik Polresta Jogja.
"Sebelum melakukan [penganiayaan] tersangka sempat pesta minuman keras," kata Kepala Polresta Jogja Komisaris Besar Polisi Slamet Santoso, Sabtu (22/11/2014)
Keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk menangkap tiga pelaku lain yang identitasnya sudah dikantongi polisi.
Sementara itu, untuk http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/17/penusukan-polisi-di-sarkem-usai-dibacok-senpi-dirampas-552546">senjata api milik korban, Slamet mengaku hingga kemarin sore masih dilakukan penyelidikan karena pihaknya
belum bisa menggali keterangan yang utuh. Korban masih berobat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY.
"Keterangan korban masih berubah-ubah," kata Slamet. (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/19/saling-pandang-diduga-jadi-penyebab-polisi-ditusuk-di-sarkem-553249">Saling Pandang Diduga Jadi Penyebab Polisi Ditusuk di Sarkem)
Menurut Slamet, peristiwa penganiayaan yang terjadi Minggu (16/11/2014) dini hari lalu di kawasan Pasar Kembang, dipicu karena saling lirik antara korban dan tersangka. Tersangka JW yang memiliki acara ulang tahun tak terima dilirik korban kemudian marah. Sementara korban sudah mengakui sebagai anggota Brimob Polda DIY.
Namun tersangka tak menghiraukan bahkan balik menantang dan mengaku sebagai anggota Polresta Jogja. Keributan terjadi. JW membacokan pisau ke bagian punggung korban, pinggang dan tangan. Sementara teman-teman JW hanya ikut memukul.
Slamet juga membantah pernyataan Ketua Jaringan Pemantau Polisi (JPP) DIY yang menyatakan bahwa korban menyalahi prosedur tugas karena tanpa didampingi tim. Menurut Slamet, korban tidak sedang melakukan penangkapan saat mendatangi lokasi. Melainkan penyelidikan.
"Korban sedang dalam tugas lidik [penyelidikan] dan tugas penyelidkan sebagai intel sah-sah saja sendirian," ujar Slamet.
Sebelumnya JPP mendesak polisi melakukan penyelidikan internal. Ia mempertanyakan korban tidak didampingi tim.
"Ceroboh sekali polisi menangkap pencuri sendirian tanpa diback up tim. Padahal target sudah dikantongi korban," ujar Ketua JPP Bambang Tiong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
BBWSSO menormalisasi Sungai Serang di Kulonprogo sepanjang Agustus 2026 untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga pasokan air irigasi.
Donald Trump menyatakan masih ingin mencapai kesepakatan dengan Iran dan mengaku sempat membatalkan rencana serangan karena peluang diplomasi.
BPS mencatat tingkat hunian hotel di Kota Jogja naik pada Juni 2026. Wisatawan domestik masih mendominasi dengan porsi 96,38 persen.
BGN memprioritaskan pembangunan dan aktivasi dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi. SPPG juga wajib mengantongi SLHS paling lambat 10 Agustus 2026.
Ekonomi DIY tumbuh 5,75% pada triwulan II 2026, tertinggi di Pulau Jawa. BPS mengungkap sektor pendorong dan BI optimistis tren berlanjut.