Gus Muwafiq Ungkap Kondisi Bangsa, Ajak Warga Jaga Kerukunan
Gus Muwafiq mengajak masyarakat Sleman memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam Pengajian Kebangsaan Grebeg Minggir 2026.
Harianjogja.com, SLEMAN - Saat http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/15/pembunuhan-di-sleman-pintu-tidak-rusak-seperti-ini-kondisi-rumah-tempat-sriyani-ditemukan-552286" target="_blank">ditemukan di rumahnya di Blok H-11 Taman Cemoro, Klodran, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jumat (14/11/2014) sore, Sriyani Puji Rahayu, 51 dalam kondisi bersimbah darah, namun denyut nadinya masih ada.
Menurut Sukidi, salahsatu warga yang tinggal di perumahan tersebut, sebelum kejadian korban tinggal di rumah sendirian. Suami korban yang juga pengusaha bernama Ari tengah bertugas di Malang Jawa Timur.
Korban meninggal memang kali pertama memang diketahui putrinya. Sedangkan putri pertama korban sudah berkeluarga. Dugaannya pelaku melancarkan aksinya di saat hujan deras sebelum pukul 15.30 WIB.
"Keseharian korban sangat baik dan bersosialisasi dengan masyarakat. Kami tidak menyangka ini terjadi. Keseharian korban tinggal dengan anaknya kebetulan suami sedang bertugas," ungkap Sukidi yang tinggal di blok B-6 ini.
Tetangga korban lainnya yang enggan disebut namanya menambahkan, ketika ditemukan nadi korban masih sempat terasa denyutnya.
Karena itu sejumlah tetangga sempat berinisiatif mendatangkan ambulan dengan tujuan untuk diberi pertolongan medis. Kendati demikian karena nadi korban terus melemah akhirnya dilaporkan ke kepolisian.
"Sempat didatangkan ambulan karena masih sempat terasa ada nadi, kebetulan ada dokter tetangga yang datang membantu. Saya jam 14.30 WIB lewat depan rumah [korban] sepi-sepi saja tidak ada yang mencurigakan," ungkap tetangga yang tinggal selama 15 tahun ini.
Pria yang tinggal di blok H ini mengatakan sebelumnya tidak ada kejadian kriminal yang membuat heboh di perumahan tersebut. "Belum ada, paling pencurian biasa kecil-kecil sepatu, sepeda onthel. Bahkan belakangan ini aman-aman saja," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Muwafiq mengajak masyarakat Sleman memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam Pengajian Kebangsaan Grebeg Minggir 2026.
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.
Dewan Pendidikan Nasional mengingatkan orang tua tak perlu memaksa anak ikut bimbel karena TKA bukan penentu kelulusan.
Lipstik Lipsing kembali setelah 16 tahun hiatus. Penampilan di Candi Prambanan menghidupkan nostalgia penggemar lewat lagu-lagu legendaris mereka.
ASN Pemkot Jogja kini bisa mengajukan cuti, termasuk cuti darurat, lewat JSS. Verifikasi hingga persetujuan dilakukan secara elektronik.
DPR menyoroti cost recovery 2027 yang naik menjadi US$10,1 miliar saat lifting migas masih turun dan realisasi di bawah target.