Chun Woo Hee Mengaku Sulit Mendapatkan Peran karena Merasa Dirinya Jelek
Artis Chun Woo He membuka You Quiz on the Block sebagai bintang tamu dan menceritakan mengenai kehidupan dan kariernya.
Harianjogja.com, SLEMAN – Beban perguruan tinggi (PT) yang menumpuk mengakibatkan kualitas universitas di Indonesia tertinggal 30 tahun dari negara-negara maju dan menciptakan lulusan yang tanggung.
Tenaga pengajar program studi Kajian Media dan Budaya Populer Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM, Budiawan Hartono mengatakan, meski konsep Tri Dharma PT berupa pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat bertujuan positif, tetapi tugas ini justru menjadi beban PT.
Apalagi, imbuhnya, saat ini pemerintah terlalu banyak memberikan regulasi yang menghambat gerak PT.
“Birokrasi yang terlampau rumit ini mengakibatkan PT kesusahaan mengajukan penelitian. Tanggung jawab yang dituntut banyak mengakibatkan kami sibuk sendiri. Padahal seharusnya PT menyumbangkan solusi bagi persoalan yang ada," ujar dia saat ditemui dalam persiapan Dies Natalis ke-30 SPs UGM yang mengangkat tema Kontribusi Sekolah Pascasarjana UGM Dalam Pengembanga Strategi Lokal Menuju Kemandirian Bangsa di kampus setempat, Senin (2/9/2013).
Persoalan ini, kata dia, mengakibatkan PT hanya dapat mengecam atau merasa prihatin terhadap permasalahan bangsa. Bukannya terketuk mencari solusi atas setiap persoalan.
Kondisi ini turut mempengaruhi kualitas lulusan PT Indonesia. Sebab mahasiswa hanya terpaku pada teori tetapi tidak dapat memahami ilmu tersebut secara luas.
"Paham teori sepenuhnya juga tidak, diminta mengaplikasikan dalam kehidupan nyata juga belum bisa. Lulusan kita akhirnya menjadi lulusan tanggung. Istilahnya, PT kita ketinggalan kereta," tuturnya.
Direktur SPs UGM, Hartono menambahkan, kondisi inilah yang mengakibatkan kualitas PT Indonesia kalah dengan negara maju. Bila akan dibandingkan, ia menilai setidaknya kualitas PT Indonesia kalah 30 tahun dengan negara maju.
Atas alasan itu, SPs UGM berupaya menghadirkan solusi atas setiap permasalahan bangsa. Khusus di DIY, kampus ini berupaya mengembangkan Jogja bagian selatan. Sebab selama ini masyarakat cenderung berkiblat pada potensi yang ada di Gunung Merapi.
Adapun, potensi pesisir laut selatan DIY tidak hanya berkisar pasir besi. Jauh di dasar lautan DIY ini terdapat kandungan bahan bakar minyak (BBM) berlimpah. Potensi ikan yang dihasilkan pun beragam.
“Kami tengah berupaya mengubah maindset penduduk dari mistis ke masa depan. Hal ini sesuai petunjuk Pak Sultan [Gubernur DIY], menjadikan kehidupan bahari sebagai pendukung ekonomi Jogja. Tidak mudah memang, karena sama saja menggeser budaya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Artis Chun Woo He membuka You Quiz on the Block sebagai bintang tamu dan menceritakan mengenai kehidupan dan kariernya.
Surplus perdagangan DIY naik menjadi US$99,96 juta pada triwulan I 2026 meski ekspor dan impor melemah akibat tekanan ekonomi global.
Ratusan unit properti dipamerkan kepada para agen properti, investor, hingga para broker dalam acara bertajuk Mandiri Lelang Festival (MLF) 2026
Ghost In The Cell karya Joko Anwar sukses menembus 3 juta penonton di bioskop dan tetap kuat di tengah persaingan film baru Indonesia.
Cara membuat status WhatsApp pakai lagu kini makin mudah lewat fitur musik resmi, Spotify, hingga Instagram Stories. Simak tips agar audio tetap jernih.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.