OPINI: Apoteker Masa Depan Tidak Cukup Hanya Pintar tentang Obat
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Jon Koplo dan Tom Gembus adalah dua sohib kentel semasa kuliah. Meski bersahabat akrab, kalau urusan prestasi keduanya mesti selalu bersaing. Selain soal nilai, mereka sering bersaing cepat-cepatan dalam mengerjakan soal ujian.
Selama ini Koplo selalu lebih cepat dalam mengerjakan materi ujian dibandingkan Gembus. “Wah aku kudu iso ngalahke Koplo ki,” batin Gembus.
Karena saking akrabnya, Gembus tahu kelemahan Koplo yaitu di mata kuliah bahasa Inggris. Tahu begitu disusunlah taktik licik Gembus. “Plo sesuk pas ujian ayo cepet-cepetan metu. Sapa seng kalah kudu nraktir,” kata Gembus stil yakin.
“Ra wedi no,” jawab Koplo optimistis.
Pas ujian, keduanya berada di kelas yang berbeda. Begitu bel tanda masuk, keduanya langsung masuk tempat ujian. Selesai naskah dibagikan pengawas, Koplo dan Gembus langsung mengerjakan ujian dengan cepat. Di kelas, Gembus langsung tancap gas. Begitu yakinnya dia mengerjakan soal. Selesai ujian dia langsung maju ke depan dan menyerahkan soal ke Lady Cempluk. Seisi kelas Gembus jadi terpengaruh dengan psywar Gembus. “Edian cepet banget ki,” gumam Mas Behi teman Gembus.
Setelah selesai Gembus langsung menuju halaman kampus. Di sana dia melihat suasana sepi. “Kali ini aku menang,” batin Gembus.
Lima menit kemudian, Koplo datang. Belum apa-apa, Gembus langsung nyahut. “Ayo ndang nraktir aku,” terangnya.
“Eit jangan salah, aku dan di sini lebih dulu. Ini aku dari kamar mandi sehabis ujian,” terang Koplo.
“Blaik aku kalah eneh iki. Resepmu apa tha Plo. Koe kan omonge raiso Inggris,” terang Gembus.
“Gini Bro pinsip saya karena saya tidak pinter di Inggris, ya sudah dibuat cepat saja, wong nanti hasilnya sama. Dipikir tenanan yo tetep raiso,” terang Koplo.
Mendengar itu, Gembus tambah nggondok.
Febri
Depok, Sleman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali dari nomor lead putra dan putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Eskalator Stasiun Duri mengalami gangguan dan bergerak mundur. Sebanyak 12 penumpang luka ringan dan mendapat penanganan medis.
Lisman Puja Kesuma, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY dan Bendahara DPD Gerindra DIY meninggal pada Sabtu (3/10/2026).
Jarak pandang 600 meter membuat delapan penerbangan di Bandara SMB II Palembang tertunda, terdiri atas empat kedatangan dan empat keberangkatan.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.