Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
SEMARANG- Sebanyak 250 orang dari berbagai elemen masyarakat DIY menggelar aksi damai di halaman Polisi Militer (Pom) Dam IV/Diponegoro, Semarang, Kamis (22/5).
Sayang, sejumlah massa harus gigit jari. Pasalnya kedatangan mereka untuk membesuk 12 anggota Kopassus yang menjadi tersangka kasus Cebongan secara langsung terbentur Protap.
Massa aksi langsung berkumpul di halaman dan membentangkan spanduk berisi tuntutan : Tuntut Keadilan Tunda Pengadilan 11 Kesatria Kopassus Sebelum 7 Pembunuh di Hugo's Tertangkap.
Usai menggelar aksi, massa aksi diwakili oleh Ketua Komisi Dakwah MUI Jogja Muhammad Jazir berharap, agar Komandan Detasemen Polisi Militer Daerah Militer IV Semarang, Letnan Kolonel Tri Wahyuningsih memberikan izin untuk menemui 12 kopassus yang dijadikan tersangka.
"Kami berharap ibu komandan bisa mengargai aspirasi masyarakat. Jauh-jauh dari Jogja untuk bertemu dengan pahlawannya. Tentu, tentara dibentuk melalui hati nurani rakyat. Tentara juga tentara rakyat," ujarnya disela-sela aksi.
Sayang, permintaan tersebut tidak diamini Tri. Alasannya, selain tidak ada pemberitahuan lebih dulu, sesuai protap jam besuk dibuka pada Selasa dan Kamis. Padahal massa aksi datang pada Rabu di luar jam besuk.
"Hak bapak-bapak kalau mereka dianggap sebagai pahlawan. Namun ada protap yang harus kami patuhi. Saya seorang prajurit dan tidak memiliki kewenangan lagi karena seluruh berkas sudah kami limpahkan ke auditor militer," ujarnya, sambil berharap pengertian massa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
Ekek Keling Sunda dari Gunung Pangrango disebut nyaris punah akibat perburuan. TSI menyiapkan empat pasang untuk dilepasliarkan.
PSEL Bantul memasuki tahap persiapan. Pematangan lahan dijadwalkan September dan proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp3 triliun.
Empat korporasi di Kalimantan Barat diselidiki terkait dugaan pelanggaran karhutla. Pemerintah membuka opsi pencabutan izin jika terbukti melanggar.
Bapanas menyiapkan Rp1,2 triliun untuk cadangan pangan pemerintah guna membantu masyarakat terdampak bencana alam sepanjang 2026.