OJK Lanjutkan Reformasi Pasar Modal, Fokus Integritas dan Transparansi

Akbar Evandio
Akbar Evandio Senin, 19 Oktober 2026 22:27 WIB
OJK Lanjutkan Reformasi Pasar Modal, Fokus Integritas dan Transparansi

Ilustrasi logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK). - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia dengan memperkuat integritas, meningkatkan transparansi, dan menegakkan aturan. Langkah tersebut dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bidang ekonomi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan Presiden mendukung upaya reformasi tersebut. Penguatan berbagai aspek itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia sekaligus memperkuat kepercayaan investor.

“Kami menyampaikan kepada Bapak Presiden bahwa kami akan terus melanjutkan reformasi di pasar modal. Terkait dengan reformasi integritas, kemudian bagaimana kita meningkatkan transparansi, kemudian enforcement,” kata Friderica saat memberikan keterangan pers seusai rapat.

Friderica menambahkan, OJK juga menyampaikan laporan mengenai sejumlah langkah penegakan aturan yang telah dilakukan. Upaya tersebut menjadi bagian dari reformasi untuk membangun pasar modal yang lebih kuat dan efisien.

Menurut dia, dukungan Presiden diharapkan dapat mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih tangguh dan semakin menarik sebagai sarana investasi jangka panjang.

“Beliau sangat mendukung berbagai upaya untuk semakin menjadikan pasar modal kita semakin solid, efisien, tangguh, dan bisa semakin menjadi tempat berinvestasi secara jangka panjang untuk investor,” ujarnya.

OJK Laporkan Persoalan MSCI kepada Prabowo

Dalam kesempatan yang sama, Friderica juga mengonfirmasi bahwa persoalan terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo.

Saat ditanya mengenai apakah isu tersebut sudah disampaikan kepada Presiden, Friderica menjawab singkat.

“Udah, udah saya laporin,” katanya.

Meski demikian, Friderica tidak memerinci respons Prabowo terhadap laporan mengenai MSCI. Ia juga menegaskan tidak ada arahan khusus dari Presiden terkait persoalan tersebut.

“Enggak sih, enggak ada [arahan khusus],” tandasnya.

Reformasi untuk Memperkuat Pasar Modal

Penguatan integritas, transparansi, dan penegakan aturan menjadi tiga aspek yang disoroti OJK dalam kelanjutan reformasi pasar modal.

Melalui langkah tersebut, OJK berharap pasar modal Indonesia semakin solid, efisien, dan tangguh. Pasar modal juga diharapkan dapat menjadi pilihan investasi jangka panjang bagi investor.

Laporan kepada Presiden tersebut mencakup perkembangan reformasi yang akan dilanjutkan serta langkah penegakan aturan yang telah dilakukan OJK. Sementara itu, Friderica tidak menyampaikan secara terperinci arahan Presiden maupun tindak lanjut khusus terkait persoalan MSCI.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online