Kabut Asap dari Karhutla Indonesia, Malaysia Liburkan Sekolah

Newswire
Newswire Sabtu, 10 Oktober 2026 11:47 WIB
Kabut Asap dari Karhutla Indonesia, Malaysia Liburkan Sekolah

Kondisi Jalanan Kota Pekanbaru terpantau asap mulai menyelimuti dengan kualitas udara tidak sehat. Antara/Bayu Agustari Adha\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berdampak hingga Malaysia. Pemerintah Malaysia meliburkan sejumlah sekolah pada Jumat (9/10/2026), sehingga lebih dari 2 juta siswa harus mengikuti pembelajaran dari rumah.

Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek menyampaikan kebijakan peliburan sekolah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya tingkat kabut asap. Sejumlah wilayah yang terdampak meliputi Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, Kuala Lumpur, Putrajaya, serta Distrik Rompin di Pahang.

Berdasarkan data Bloomberg, penutupan sekolah tersebut membuat lebih dari 2 juta siswa harus belajar dari rumah. Kebijakan ini diambil ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia.

Dampak kabut asap lintas negara tersebut juga menjadi perhatian Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Ia menilai kondisi yang semakin memburuk sangat mengkhawatirkan, terutama karena berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

Malaysia Tingkatkan Upaya Mengatasi Kabut Asap

Anwar mengatakan pemerintahannya sedang meningkatkan upaya untuk menangani kabut asap, termasuk melalui operasi penyemaian awan.

Langkah serupa sebelumnya dilakukan Malaysia pada September lalu. Saat itu, operasi penyemaian awan berlangsung selama tiga hari di Sarawak, negara bagian Malaysia di Pulau Kalimantan, untuk menambah cadangan air bendungan sekaligus mengurangi kabut asap di kawasan tersebut.

Sarawak berbatasan darat dengan Indonesia. Kedekatan wilayah tersebut menjadi salah satu konteks penanganan kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di kawasan regional.

Malaysia juga telah meminta persetujuan Pemerintah Indonesia untuk melaksanakan operasi penyemaian awan yang melibatkan penggunaan wilayah udara Indonesia. Permintaan itu menjadi bagian dari upaya pihak berwenang menangani kabut asap yang terkait dengan kebakaran di kawasan tersebut.

Selain melalui langkah teknis, Anwar turut membahas persoalan kabut asap dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Keduanya sepakat memberikan dukungan untuk menangani masalah tersebut.

Ratusan Ribu Hektare Lahan Terbakar di Indonesia

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menjadi salah satu penyebab kabut asap yang berdampak ke negara tetangga. Menurut data Kementerian Kehutanan RI, hampir 95.000 hektare lahan terbakar di Indonesia selama Juli.

Hingga akhir Juli, total luas lahan yang terbakar secara nasional mencapai sekitar 202.000 hektare.

Dampak kebakaran juga terlihat dari jumlah kasus gangguan kesehatan di wilayah terdampak. Indonesia mencatat sekitar 175.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Agustus di berbagai daerah yang mengalami dampak kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi tersebut menambah perhatian terhadap dampak kabut asap, baik terhadap kesehatan masyarakat maupun aktivitas sehari-hari di wilayah yang terdampak.

Singapura Tetap Gelar Balapan Formula 1

Sementara Malaysia meliburkan sekolah akibat kabut asap, Singapura dijadwalkan menjadi tuan rumah balapan Formula 1 pada akhir pekan ini.

Pihak penyelenggara menyatakan tidak akan menunda acara tersebut meskipun wilayah itu turut terdampak kabut asap.

Situasi di Malaysia dan Singapura memperlihatkan dampak kabut asap yang melintasi batas negara akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online