El Nino Mengintai, Harga Pangan 2027 Perlu Diwaspadai
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Komnas HAM Papua soroti kerusuhan Persipura vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe yang menyebabkan 30 kendaraan terbakar./Antara.
Harianjogja.com, JAYAPURA—Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua menyesalkan kericuhan yang pecah seusai laga play off promosi Liga 2 Championship antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat (8/5/2026). Insiden tersebut menyebabkan puluhan kendaraan terbakar dan sejumlah fasilitas stadion mengalami kerusakan.
Komnas HAM Papua langsung turun melakukan pemantauan ke Stadion Lukas Enembe pada Sabtu (9/5/2026) untuk melihat dampak kerusuhan yang terjadi setelah pertandingan berakhir. Kericuhan pecah seusai Persipura Jayapura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga penentuan promosi tersebut.
Kepala Perwakilan Komnas HAM RI Papua, Frits Ramandey, mengatakan pihaknya prihatin atas insiden kerusuhan yang kembali mencoreng dunia sepak bola nasional, khususnya di Papua.
“Yang pertama kami menyesali tragedi ini, adanya kericuhan di sepak bola sehingga kami ke Stadion Lukas Enembe hari ini untuk melakukan pemantauan terhadap efek dari kejadian ini,” kata Frits Ramandey di Sentani, Sabtu (9/5/2026).
Dalam pemantauan di lokasi, Komnas HAM menemukan sejumlah kerusakan fasilitas stadion serta kendaraan yang hangus terbakar akibat aksi massa. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 30 kendaraan yang terbakar, terdiri atas 20 mobil dan 10 sepeda motor.
Selain mencatat kerusakan, Komnas HAM juga menyoroti langkah aparat kepolisian yang menggunakan gas air mata untuk mengendalikan massa. Meski menemukan tabung gas air mata di lokasi, Frits menilai tindakan aparat dilakukan untuk meredam situasi yang semakin tidak terkendali.
“Memang kami menemukan tabung gas air mata, namun ketika kami melihat dari berbagai video yang beredar, tindakan itu memang harus diambil oleh polisi,” ujarnya.
Menurut Frits, kericuhan di Stadion Lukas Enembe tidak bisa dilihat sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. Komnas HAM menilai perlu ada pendalaman terkait faktor pemicu hingga tanggung jawab panitia penyelenggara dan operator kompetisi Liga 2 Championship.
“Ini yang akan kami dalami karena kami menemukan banyak kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang terbakar di Stadion Lukas Enembe,” katanya.
Komnas HAM Papua juga akan mendalami kemungkinan faktor lain yang memicu kemarahan suporter, termasuk meminta penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dalam pertandingan tersebut untuk memastikan tidak ada kontroversi yang memperkeruh situasi selepas laga Persipura Jayapura kontra Adhyaksa FC.
“Kami juga akan mencari apa yang menjadi faktor pemicu terjadinya kericuhan termasuk meminta penggunaan video assistant referee (VAR) selain kekalahan dari tim Persipura Jayapura,” ujar Frits.
Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe sebelumnya terjadi setelah Persipura Jayapura gagal meraih tiket promosi usai dikalahkan Adhyaksa FC dengan skor 0-1. Kekalahan itu memicu aksi anarkis penonton yang berujung pada pembakaran kendaraan serta perusakan fasilitas stadion di Kabupaten Jayapura.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.