Ombudsman Temukan Dugaan Pungli di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Tren baru pasca Lebaran 2026, warga DIY dan Jateng lebih memilih menyimpan emas sebagai investasi di tengah harga tinggi. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA – Di tengah pergerakan harga emas yang menembus level psikologis baru di awal April 2026, perilaku konsumen perhiasan di DIY dan Jawa Tengah menunjukkan tren menarik.
Alih-alih menjual aset pasca-Lebaran, masyarakat kini lebih memilih untuk menyimpan (keep) koleksi emas mereka sebagai lindung nilai. Di berbagai kota, antusiasme masyarakat terhadap emas fisik tetap solid akibat ketidakpastian ekonomi global.
Kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai aset semakin menguat, terutama saat harga menunjukkan grafik yang organik atau stabil setelah sempat melonjak akibat faktor geopolitik.
"Emas itu dari dulu organiknya memang naik. Kemarin sempat ada lonjakan karena faktor geopolitik dan ekonomi luar negeri, tapi sekarang saat harga mulai kembali stabil, masyarakat justru makin percaya untuk memilih emas sebagai investasi," ujar COO Toko Emas Jawa, Mona Pangestu dalam pameran Golden Dream 2026 bertajuk Jawatopia di Jogja City Mall, Kamis (2/4/2026).
Ia mencatat saat jelang Lebaran 2026 lalu terjadi peningkatan pembelian emas pada 19 cabang. Hal itu memang sering terjadi dari tahun ke tahun, kemudian seusai Lebaran biasanya masyarakat kembali menjual emas tersebut. Akan tetapi seusai Lebaran 2026 ini ia melihat adanya fakta menarik bahwa masyarakat lebih cenderung menyimpan emas mereka.
"Kalau dulu kan mungkin habis Lebaran langsung dijual gitu ya,. Tapi untuk sekarang lebih banyaknya itu keep. Jadi lebih kayak disimpan dulu kayak buat investasi. Nah, karena memang kami ini punya value yang memang kita itu ikut harga pasaran. Jadi kita mau bersama dengan masyarakat itu bisa investasi," katanya.
Investasi dalam Bentuk Perhiasan
Mona menjelaskan bahwa saat ini emas tidak hanya dilihat sebagai batangan investasi, tetapi juga dalam bentuk perhiasan yang memiliki nilai fungsional. Pameran diangkat melalui tema Jawatopia, pihaknya menghadirkan koleksi yang mendukung tren investasi ini, salah satunya adalah Koleksi Seruni. Koleksi ini memiliki keunggulan pada daya tahannya yang luar biasa.
"Koleksi Seruni ini menggunakan kualitas Luxstone yang tahan banting. Jadi, pelanggan tidak perlu khawatir perhiasannya rusak saat dipakai sehari-hari, karena nilainya tetap terjaga sebagai aset simpanan," imbuhnya.
Untuk mempermudah pelanggan memantau nilai investasinya, pihaknya telah mengintegrasikan layanan melalui aplikasi member. Di sana, pelanggan bisa mengecek poin dan transaksi secara real-time di 19 cabang yang tersebar di Jawa Tengah dan DIY.
Adapun pemilihan tema Jawatopia bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan kekayaan alam Indonesia, khususnya tanah Jawa yang selalu produktif.
"Tema tahun ini Jawatopia, inspirasinya dari kesuburan tanah Jawa. Seperti warna-warna jeruk oranye yang segar, kita ingin menunjukkan bahwa tanah kita itu subur dan selalu menghasilkan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jalur pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani masih ditutup sementara setelah kebakaran berdampak pada 1.098,75 hektare kawasan.