Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). ANTARA/Fathur Rochman
Harianjogja.com, JAKARTA— Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara untuk menghadiri rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026) siang.
Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Purbaya Yudhi Sadewa, Perry Warjiyo, Bahlil Lahadalia, Brian Yuliarto, Zulkifli Hasan, serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aries Marsudiyanto.
Para pejabat tersebut tiba sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung memasuki area istana untuk mengikuti pertemuan bersama Presiden. Namun, sebagian besar pejabat mengaku belum mengetahui secara rinci agenda rapat terbatas tersebut.
Aries: Pangan dan Energi Aman
Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto mengatakan dirinya dipanggil untuk berdiskusi dengan Presiden, tetapi tidak merinci topik yang akan dibahas.
"Nggak tahu ya soal apa, dipanggil, tapi pasti ada. Oh ya, tentunya ada yang perlu kita diskusikan dengan beliau ya. Tapi pada prinsipnya kan semuanya baik-baik saja kan," kata Aries kepada awak media di kompleks istana.
Ia menegaskan kondisi pangan dan energi nasional saat ini dinilai aman dengan stok yang mencukupi.
"Ya pangan sudah tersedia semuanya. Energi, BBM juga nggak usah khawatir ya. Semuanya stok, sudah oke kan semuanya, tercukupi," ujarnya.
Aries juga menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi ekonomi nasional.
"Nggak ada masalahlah, fundamen ekonomi Indonesia kan kuat. Sudah disampaikan ke menteri-menteri yang lain kan. Saya rasa mungkin itu ya," katanya.
Pemerintah dan BI Perlu Koordinasi
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya koordinasi erat antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global.
"Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi kerja sama yang erat antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Purbaya.
Ia menambahkan koordinasi yang solid antara otoritas fiskal dan moneter akan membantu meredam gejolak pasar global.
"Kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia," katanya.
Rapat terbatas tersebut berlangsung secara tertutup di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi pasar yang tengah menjadi perhatian pemerintah.
Hingga berita ini dikirim ke meja sunting, belum ada keterangan resmi mengenai keputusan atau hasil dari pertemuan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Pemprov Jateng menyalurkan 75,4 juta liter air bersih ke 33 kabupaten/kota untuk membantu warga terdampak kekeringan.