Sering Mengorok pada Orang Obesitas Bisa Jadi Tanda OSA
Kebiasaan mengorok pada orang dengan obesitas perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan OSA dan meningkatkan risiko fibrilasi atrium.
Foto ilustrasi pengungsi warga Lebanon. - Antara/Anadolu
Harianjogja.com, BEIRUT—Gelombang pengungsian besar-besaran melanda Lebanon setelah tentara Israel mengeluarkan perintah evakuasi massal yang memicu eksodus warga sipil pada Sabtu (7/3/2026).
Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa jumlah pengungsi dipastikan akan terus melonjak tajam seiring meluasnya jangkauan agresi militer yang menyasar berbagai wilayah pemukiman di negara tersebut.
Instruksi dari pasukan Zionis yang mendesak warga segera meninggalkan zona-zona luas di seluruh penjuru Lebanon telah menciptakan situasi darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Langkah evakuasi paksa ini tidak hanya menyasar wilayah perbatasan, tetapi juga merambah ke area yang sebelumnya dianggap relatif aman, sehingga memicu kebingungan kolektif di tengah masyarakat.
Koordinator Kemanusiaan PBB di Lebanon, Imran Riza, mengungkapkan kepada Reuters bahwa eskalasi dalam dua hari terakhir benar-benar di luar kendali akibat skala perintah pengosongan wilayah yang sangat masif.
Kepanikan melanda seluruh negeri karena warga harus meninggalkan rumah mereka dalam waktu singkat tanpa persiapan yang memadai.
"Sejauh ini, sekitar 100.000 orang tinggal di sekitar 477 penampungan bersama, sementara sekitar 57 penampungan masih memiliki sisa ruang, tetapi kapasitasnya langsung penuh," katanya.
Riza menyoroti bagaimana warga Lebanon kini terjebak dalam pusaran ketakutan tanpa arah tujuan yang jelas setelah menerima peringatan dari pihak Israel.
Fenomena warga yang berhamburan ke jalanan tanpa titik pengungsian yang pasti menjadi pemandangan umum, yang secara otomatis menekan fasilitas penampungan yang sudah ada.
"Warga berhamburan kemana-mana tanpa tujuan yang pasti, dan saya yakin jumlahnya akan langsung bertambah," katanya, mengutip kejadian serupa di penampungan Beirut, di mana jumlah keluarga naik dari 90 menjadi 150 dalam sehari.
Krisis ini semakin diperparah dengan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar yang dirilis secara resmi oleh otoritas kesehatan setempat. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa 123 orang tewas dan 683 lainnya terluka akibat serangan udara maupun artileri Israel yang menghantam pemukiman warga.
Kondisi di lapangan semakin kritis mengingat fasilitas medis juga terdampak, di mana sejumlah petugas kesehatan dilaporkan menjadi korban dalam tugas.
Riza menyerukan urgensi penghormatan terhadap hukum humaniter internasional guna melindungi warga sipil dan tenaga medis yang kini berada di garis depan krisis kemanusiaan paling parah di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebiasaan mengorok pada orang dengan obesitas perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan OSA dan meningkatkan risiko fibrilasi atrium.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.