7 Kecamatan di Aceh Tenggara Kembali Dilanda Banjir, 203 Jiwa Terdampak
Banjir kembali merendam 13 desa di tujuh kecamatan Aceh Tenggara. Sebanyak 52 KK atau 203 jiwa terdampak.
Beras SPHP. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok pangan nasional tetap aman meski terjadi eskalasi konflik Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran. Pemerintah menegaskan sektor pertanian dan peternakan tidak terdampak langsung oleh ketidakpastian geopolitik global tersebut.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan, kondisi pangan Indonesia saat ini tetap terkendali dan distribusi berjalan normal, termasuk untuk komoditas strategis seperti beras dan pupuk.
“[Pertanian dan peternakan] tidak terganggu, aman-aman,” kata Amran saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan baku akibat situasi global, Amran mengaku turun langsung melakukan pengecekan ke sejumlah wilayah produksi untuk memastikan pasokan beras tetap terjaga.
“Aku keliling nih, cek, pastikan bahwa produksi beras aman. Kita harus pastikan dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Ini hampir pasti harga bahan baku bisa naik, pupuk. Makanya kita antisipasi pangan kita cukup, protein kita cukup, Indonesia aman,” tegasnya.
Ia juga memastikan distribusi pupuk nasional tidak mengalami gangguan, termasuk akibat isu penutupan jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia yang dilalui sekitar 20–30% pasokan minyak global. Perairan ini menjadi penghubung utama Teluk Persia dengan pasar Asia, Eropa, hingga Amerika, sehingga kerap disebut sebagai salah satu choke point energi terpenting dunia.
“Nggak terhambat. Aman. Sudah, pupuknya sudah masuk. Pupuk ini pasokannya cukup, bahkan dibanding tahun sebelumnya, itu kalau tidak salah terakhir ya, naik 40% Januari—Februari. Bisa aman lah, pupuk kita,” jelasnya.
Lebih lanjut, Amran mengungkapkan eskalasi konflik AS-Israel terhadap Iran sempat menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Presiden menanyakan langsung kesiapan pangan nasional pada malam sebelumnya.
“Sempat ditanya Pak Presiden kemarin malam. Pangan kita lebih dari cukup. Ingat pangan yang menjadi sangat inti pangan kita untuk Indonesia karbohidrat dan beras,” ujarnya.
Menurut Amran, beras tetap menjadi komoditas utama konsumsi masyarakat Indonesia. Meski sejumlah sumber protein seperti daging dapat disubstitusi dengan telur atau ikan, serta sumber karbohidrat dapat dialihkan ke ubi maupun singkong, dominasi konsumsi beras nasional masih sangat tinggi.
Ia menyebut porsi konsumsi beras masyarakat Indonesia mencapai sekitar 70% dari total asupan pangan, atau minimal 65% jika digabungkan dengan sayuran dan komoditas lain, sehingga stabilitas produksi dan distribusi beras menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah konflik AS-Israel dan dinamika geopolitik global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banjir kembali merendam 13 desa di tujuh kecamatan Aceh Tenggara. Sebanyak 52 KK atau 203 jiwa terdampak.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.