7 Kecamatan di Aceh Tenggara Kembali Dilanda Banjir, 203 Jiwa Terdampak
Banjir kembali merendam 13 desa di tujuh kecamatan Aceh Tenggara. Sebanyak 52 KK atau 203 jiwa terdampak.
Warga berkumpul di dekat reruntuhan bangunan yang hancur setelah jet-jet Pakistan melakukan serangan udara di Afghanistan timur dan tenggara, Nangarhar, 22 Februari 2026. (ANTARA/Anadolu-Stringer/pri)
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali meningkat setelah serangan lintas batas terjadi di wilayah timur Afghanistan. Media setempat melaporkan, serangan Pakistan ke Provinsi Khost dan Nangarhar menyebabkan korban jiwa serta sejumlah warga luka-luka, Jumat (27/2/2026).
Situasi memanas setelah Afghanistan lebih dulu melancarkan operasi militer terhadap pasukan Pakistan di sepanjang Garis Durand pada Kamis (26/2/2026). Garis perbatasan tersebut selama ini tidak diakui secara resmi oleh pemerintah Afghanistan. Operasi itu dilakukan sebagai respons atas pengeboman yang sebelumnya dilaporkan dilakukan oleh angkatan udara Pakistan.
Menanggapi serangan tersebut, Pakistan membalas dengan tembakan artileri dan roket ke sejumlah titik di wilayah Afghanistan, sebelum akhirnya menyatakan status perang terbuka terhadap negara tetangganya itu.
Mengutip laporan TOLOnews Plus, otoritas Provinsi Nangarhar menyebutkan serangan roket Pakistan menghantam beberapa wilayah, termasuk sebuah kamp tenda. Meski demikian, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.
Sementara itu, kantor berita pemerintah Afghanistan, Bakhtar, melaporkan militer Pakistan juga menyerang sejumlah distrik di Provinsi Khost yang berbatasan langsung dengan Pakistan. Akibat serangan itu, tiga orang dilaporkan tewas dan mengalami luka-luka.
Eskalasi konflik ini turut menjadi perhatian serius komunitas internasional. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, disebut mengikuti perkembangan bentrokan lintas batas tersebut dengan penuh keprihatinan.
Dalam keterangan tertulis kepada para koresponden, juru bicara Sekjen PBB, Stéphane Dujarric, menyampaikan bahwa Guterres mendesak seluruh pihak untuk mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional serta memastikan perlindungan terhadap warga sipil.
“Sekjen PBB juga memuji berbagai upaya mediasi yang telah dilakukan sejumlah negara anggota dalam beberapa bulan terakhir, dan mendorong para pihak untuk terus menyelesaikan perbedaan melalui jalur diplomasi,” ujar Dujarric.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banjir kembali merendam 13 desa di tujuh kecamatan Aceh Tenggara. Sebanyak 52 KK atau 203 jiwa terdampak.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.