Katia Itzel Garcia, Perempuan Meksiko Pertama Pimpin Laga Piala Dunia
Katia Itzel Garcia mencetak sejarah sebagai perempuan Meksiko pertama yang menjadi wasit utama laga Piala Dunia putra saat memimpin Tunisia vs Belanda.
Jet pribadi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kalangan super kaya (Crazy Rich) asal China dilaporkan memindahkan basis parkir jet pribadi mereka ke luar negeri, terutama Singapura dan Jepang, demi menghindari birokrasi penerbangan yang semakin ketat di China daratan.
Pergeseran ini terungkap dari data industri yang menunjukkan penurunan kepemilikan pesawat pribadi di China daratan serta perubahan pola perjalanan para eksekutif papan atas.
Laporan dari Asian Sky Group menunjukkan penurunan signifikan jumlah jet bisnis di China daratan. Pada tahun 2024, jumlah unit yang terdaftar menyusut menjadi 249 unit, turun dari 270 unit pada tahun sebelumnya.
Sebaliknya, Singapura mencatat kenaikan pendaftaran jet pribadi yang sangat signifikan. Pelaku industri mengungkapkan bahwa banyak pesawat yang kini berbasis di Singapura dan Hong Kong sebenarnya masih dimiliki oleh warga China.
CEO China Trading Desk, Subramania Bhatt, mengonfirmasi tren eksodus aset ini kepada South China Morning Post, Minggu (28/12/2025). Salah satu pemicu utamanya adalah regulasi penerbangan domestik China yang kian ketat dan kaku.
Faktor-faktor penghambat tersebut meliputi:
- Persetujuan Lambat: Pemerintah mewajibkan pengajuan dokumen minimal lima hari kerja sebelum lepas landas, sehingga merusak fleksibilitas perjalanan bisnis yang bersifat mendadak.
- Pembatasan Jam Terbang: Jet pribadi dilarang beroperasi pada jam sibuk di bandara utama seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen.
Beban Operasional: Biaya perawatan yang tinggi dan ketatnya pengawasan terhadap kepemilikan aset mewah.
"Aturan ini membuat terbang keluar dari China menjadi jauh lebih rumit," jelas Profesor Charles Chang dari Universitas Fudan, Minggu (28/12/2025).
Regulasi yang rumit ini juga dibarengi dengan tren perpindahan domisili orang kaya China ke luar negeri. Laporan Bank UBS mencatat penurunan drastis jumlah miliarder di Tiongkok pada 2024, yang dipicu oleh krisis sektor properti dan gejolak pasar keuangan.
Selain alasan regulasi, bayang-bayang kampanye antikorupsi membuat para miliarder kini memilih untuk tampil lebih rendah hati (low profile). Memiliki jet pribadi kini dianggap dapat menarik perhatian otoritas secara tidak perlu.
Sebagai solusi praktis, banyak crazy rich China kini beralih ke:
- Layanan Sewa Jet (Charter): Memberikan privasi tanpa harus memiliki aset secara langsung.
- Penerbangan Komersial: Memilih kelas bisnis atau first class pada maskapai internasional untuk efisiensi birokrasi.
Asian Sky Group dalam laporannya menegaskan bahwa seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok, daya beli terhadap barang mewah seperti jet bisnis terus melemah.
Ironisnya, di saat minat kepemilikan jet pribadi menurun, Pemerintah China justru sedang jorjoran membangun infrastruktur udara. Melansir laporan Xinhua, China berencana meningkatkan jumlah bandara sipil menjadi 450 bandara pada tahun 2035, naik hampir dua kali lipat dari posisi tahun 2019.
Namun, langkah ambisius ini tampaknya belum sejalan dengan tren di lapangan, di mana para miliarder lebih mencari kepastian hukum dan kemudahan operasional yang saat ini justru mereka temukan di luar negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Katia Itzel Garcia mencetak sejarah sebagai perempuan Meksiko pertama yang menjadi wasit utama laga Piala Dunia putra saat memimpin Tunisia vs Belanda.
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Gus Miftah dan Gus Yusuf Macul Langit mengisi pengajian di Bantul untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol, judol, dan investasi ilegal.
Kekeringan Jawa Tengah melanda Klaten, Pemalang, dan Boyolali. Ribuan warga terdampak, BNPB salurkan bantuan air bersih.
Menkop Ferry Juliantono mematangkan model bisnis Koperasi Merah Putih. Ribuan gerai telah rampung dan disiapkan menyalurkan barang subsidi.