ATSI: Penerapan MNP di Indonesia Bisa Butuh Waktu 34 Tahun
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato jelang pelepasan kontingen SEA Games ke-33 Thailand di Istana Negara, Jumat (5/12/2025). Antara/Mentari Dwi Gayati
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan pemerintah memberikan insentif Rp1 miliar bagi atlet peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand sebagai bentuk dukungan negara untuk prestasi olahraga nasional.
Dalam pidato menjelang pelepasan kontingen SEA Games 2025 Thailand di Istana Negara, Jumat, Prabowo bertanya kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir terkait kemungkinan untuk menambah insentif bagi atlet berprestasi.
"Kami akan dorong, saudara-saudara, Menpora bagaimana, yang dapat medali emas akan kita kasih insentif anggarannya 500? Bisa dinaikkan jadi Rp1 miliar? Bisa. Bisa kan? Mensesneg bisa? Alhamdulillah," ujar Prabowo, Jumat (5/12/2025).
Presiden menegaskan bahwa insentif tersebut bukanlah satu-satunya motivasi dalam bertanding. Menurutnya, ini adalah bentuk penghargaan negara terhadap para atlet terbaik bangsa yang telah mengharumkan nama Indonesia.
Selain itu, pemerintah selalu menghormati dan menghargai jasa para pahlawan olahraga. Oleh karena itu, negara akan selalu hadir memberikan dukungan yang layak bagi atlet yang berjuang.
"Saya yakin saudara bertanding tidak semata-mata karena uang. Tapi dari muka saudara-saudara kelihatan, kalau mendapat penghargaan seperti itu akan sangat membantu karier kamu," ucapnya.
Presiden berpesan agar para atlet bertanding dengan sepenuh hati dan mengerahkan seluruh kemampuan. Ia juga menekankan pentingnya mental juang dan kekuatan dari dalam diri.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa para atlet Indonesia yang akan bertanding pada SEA Games 2025 Thailand bertekad menjadi duta bangsa dan berjuang habis-habisan demi Merah Putih.
Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada acara pelepasan kontingen Indonesia menuju SEA Games 2025 Thailand di Istana Negara, Jakarta, Jumat sore.
Erick menyampaikan bahwa kontingen Indonesia telah dipersiapkan untuk mengikuti ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut, yang berlangsung pada 9–20 Desember 2025.
Ajang tersebut diikuti 11 negara dengan 51 cabang olahraga. Adapun kontingen Indonesia mengikuti 48 cabang olahraga dan telah menjalani pemusatan latihan sekitar dua setengah bulan.
Erick melaporkan total kontingen Indonesia berjumlah 1.021 atlet dan menjadi kontingen terbesar keempat di Asia Tenggara setelah Thailand, Filipina, dan Malaysia.
Dia menargetkan Indonesia dapat mempertahankan peringkat tiga seperti pada penyelenggaraan SEA Games sebelumnya di Kamboja. Saat ini Indonesia berhasil mengoleksi 87 medali emas, 80 perak, dan 109 perunggu.
Dengan kebijakan insentif Rp1 miliar bagi peraih emas SEA Games 2025, pemerintah berharap motivasi atlet semakin kuat sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.