Mentrans Dorong Hunian Vertikal Tipe 45 di Lokasi Transmigrasi
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Anak menampilkan busana di JIKFP 2025. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Perhelatan unjuk karya fesyen bergengsi Jogja International Kids and Teens Fashion Parade (JIKFP) 2025 kembali digelar pada Sabtu (11/10/2025) hingga Minggu (12/10/2025) di Sleman City Hall. Event ini menampilkan karya dari 100 desainer tanah air dengan melibatkan sedikitnya 800 model usia anak dan remaja.
Show Director JIKFP 2025 Nyudi Dwijo Susilo mengatakan kegiatan ini memberikan ruang kepada usia anak dan remaja untuk bisa tampil baik sebagai model maupun desainer. Para peserta datang dari berbagai kota di Indonesua, bahkan ada desainer yang datang dari Timor Leste yaitu Lytha Maria yang membawa karya terbaiknya untuk tampilkan.
"Kami berusaha untuk terus memperluas jaringan dalam pelaksanaan JIKFP ini. Kami bekerja sama juga dengan Pemkab Sleman, sehingga menampilkan beberapa IKM fesyen dari Sleman di lokasi JIKFP 2025," kata Nyudi yang juga founder Asmat Pro.
Karya desainer ditampilkan dalam tiga sesi. Salah satunya pada sesi kedua antara lain karya Winda Stinee, Teressa Sophiea's by Cici Clara, Geliss by Nasrul, Purwakanthie.Co by Adi Sufrianto, Allhas Modiste X Basheela Attire, Shanum Stinee, Oma Modiste, Post Modeling X Skan1sa Fashion, Danny Dwa, Taufik Hidayat, Miu's by Ninuk Tari, Sheenaraya.
Sebagian besar desiner sangat berkesan dengan perhelatan tersebut. Karena banyak pengunjung yang datang ke lokasi untuk menyaksikan secara langsung. Desainer asal Sidoarjo Danny Dwa menilai JIKFP jelas memiliki daya tarik tersendiri bagi para perancang busana.
Hal ini tidak lepas dari status Jogja yang dikenal sebagai kota seni dan industri kreatif seperti fesyen berkembang pesat. Selain itu audiens dapat menerima beragam karya yg ditampilkan.
"Kualitas event menurut saya bagus JIKFP 2025 dibandingkan mohon maaf seperti di kota lain yang mungkin rate slotnya sama tetapi hanya biasa-biasa saja. Mungkin karena Jogja ini kota seni, fesyen kan berkembang pesat dan menariknya lebih terbuka dengan berbagai karya yang beragam," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Dishub Solo memberi sanksi kepada jukir yang menarik tarif parkir Rp5.000 di atas ketentuan dan mencatut nama RT di Jalan Gajahmada.
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.
FWA 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan baru internet rumah di Indonesia dengan kualitas mendekati FTTH dan menjangkau wilayah minim fiber.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.