Guru Besar UMY: Dukungan Prabowo ke Qatar Bagian Diplomasi RI

Newswire
Newswire Selasa, 16 September 2025 05:12 WIB
Guru Besar UMY: Dukungan Prabowo ke Qatar Bagian Diplomasi RI

Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) melakukan pertemuan dengan Emir Qatar Yang Mulia Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani di Istana Lusail, Doha, Qatar, Jumat (12/9/2025). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden

Harianjogja.com, JOGJA—Dukungan Presiden Prabowo Subianto ke Qatar dinilai sebagai konsistensi diplomasi Indonesia sesuai mandat konstitusi. Pandangan itu disampaikan Guru Besar Politik Internasional Universitas Muhammadiyah Jogja (UMY), Prof. Ali Muhammad.

“Konstitusi UUD 1945 mengamanatkan Indonesia untuk ikut serta menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Jadi, dukungan ini bukan sekadar retorika politik,” ujar Ali di Jogja, Senin.

Ali menuturkan sikap tersebut memiliki dimensi simbolis sekaligus strategis. Secara simbolis, Indonesia menunjukkan sikap moral bahwa agresi militer terhadap negara berdaulat tidak bisa ditoleransi.

Secara strategis, Indonesia sebagai middle power tetap memiliki pengaruh regional dan kredibilitas internasional. “Indonesia mendukung Qatar sebagai negara berdaulat yang tidak boleh diserang negara lain, karena itu jelas melanggar hukum internasional,” katanya.

Ia menambahkan, kunjungan Presiden Prabowo ke Doha pada Jumat (12/9/2025) dan pernyataan dukungan terhadap Emir Qatar bukan hanya simbol diplomasi, melainkan langkah strategis menegaskan posisi Indonesia di panggung internasional.

BACA JUGA: Konsumsi Pemanis Buatan Tinggi, Otak Bisa Menua Lebih Cepat

Namun, Ali menekankan konflik Qatar-Israel tidak bisa dilepaskan dari akar masalah yang lebih luas, yaitu sejarah panjang pendudukan Israel atas Palestina. Kondisi di Gaza, menurutnya, merupakan genosida modern dengan blokade bantuan, pembatasan akses pangan dan obat, serta serangan militer masif.

“Dukungan ke Qatar memang penting, tetapi dunia seharusnya fokus pada tragedi kemanusiaan di Gaza yang kini telah menewaskan puluhan ribu jiwa,” ujar Prof. Ali.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online