Langkah Fajar/Fikri Terhenti, Leo/Daniel ke Final Asian Games 2026
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Mahasiswa mengunjungi salah satu industri di Australia untuk menambah wawasan global. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Prodi internasional punya kewajiban untuk membekali mahasiswanya agar memiliki wawasan global dan jaringan internasional yang luas. Tuntutan ini harus dipenuhi kampus, agar mahasiswa benar-benar memiliki kompetensi dan mampu berrsaing di ranah global.
Program Studi Internasional, Teknik Industri, FTI UII memiliki program Educational Visit 2025 yang mengajak mahasiswanya berselancar ke luar negeri tidak hanya mempelajari keilmuan semata namun hingga budaya negara tujuan. Terbaru prodi ini mengajak mahasiswanya ke Australia pada 10-15 Juli 2025.
BACA JUGA: Sampah di Gunungkidul Diusulkan Diolah Jadi Keripik Bahan Bakar Pabrik Semen
Dosen Jurusan Teknik Industri Didin Dwi Novianto menjelaskan sejumlah destinasi yang dituju antara lain kunjungan Budaya di Melbourne, Swinburne University of Technology, kemudian di University of Wollongong dan Industri Modern di BlueScope. Salah satu yang menarik bagi mahasiswa yaitu saat di BlueScope sebuah perusahaan industri baja di Australia yang bersedia membocorkan rahasia proses produksi dari awal hingga akhir.
"Setahu saya di Indonesia belum ada perusahaan baja yang bisa diakses dari awal sampai akhir produksi. Tetapi di BlueScope semua bisa diakses sehingga sangat memberikan pencerahan bagi mahasiswa," katanya Jumat (4/7/2025).
Mahasiswa belajar bagaimana industri modern beroperasi dengan memperhatikan keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap lingkungan. BlueScope menunjukkan bahwa kemajuan industri dapat berjalan seiring dengan pelestarian planet kita, memberikan contoh nyata bagaimana tanggung jawab korporat diterapkan.
Adapun di University of Wollongong, mahasiswa memperluas wawasan dalam bidang engineering asset management, systems, dan materials engineering. Mereka diberi kesempatan untuk eksplorasi berbagai laboratorium, termasuk laboratorium material, mesin, dan mekatronik. "Ini menambah pengetahuan teknis serta membuka pikiran mereka terhadap kemungkinan pengembangan teknologi di masa depan termasuk melanjutkan striset di kampus ini," kata Winda Nur Cahyo Kaprodi Magister Teknik Industri.
Sekretaris Program Studi Internasional Danang Setiawan menambahkan para mahasiswa juga belajar mengenal sejarah dan warisan budaya Melbourne. Landmark seperti Royal Exhibition Building, Art Museum, Parliament House, dan Fitzroy Gardens menjadi saksi bisu dari kekayaan sejarah yang membentuk identitas Melbourne. "Peserta tidak hanya belajar dari yang terlihat, tetapi juga mendalami cerita dan makna dari setiap tempat yang dikunjungi," ujarnya.
Ia menegaskan Educational Visit ini tidak hanya memperkaya pengalaman akademik tetapi juga membuka peluang karir dan pengembangan diri yang lebih luas. "Ini adalah langkah nyata dalam membentuk mahasiswa menjadi individu berwawasan global yang siap menghadapi tantangan masa depan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.