Konsep Lean Manufacturing Bisa Bantu UKM Hadapi Pasar Global

Sunartono
Sunartono Kamis, 27 Maret 2025 23:07 WIB
Konsep Lean Manufacturing Bisa Bantu UKM Hadapi Pasar Global

Dosen FTI UII memberikan penjelasan terkait konsep lean manufacturing. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Model kerangka kerja lean manufacturing bisaditerapkan untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM) dalam menghadapi berbagai tantangan pasar global.

Dosen Jurusan Teknik Industri FTI UII mengatakan UKM saat ini menghadapi tantangan yang signifikan dalam bersaing pasar global. Oleh karena itu butuh penerapan konsep agar mampu bersaing di pasar global. Salah satu yang ditawarkannya adalah dengan menerapkan prinsip lean melalui kerangka penerapan lean.

"Meskipun beberapa kerangka implementasi lean telah diperkenalkan, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa UKM seringkali memerlukan bantuan untuk menerapkan kerangka ini," katanya belum lama ini.

BACA JUGA: Pelaku UMKM Kuliner Ikuti Pelatihan Higienitas Pangan hingga Edukasi Akses Permodalan

Menurutnya masih butuh penyesuaian kerangka penerapan lean yang dinilai dibatasi oleh sumber daya yang dimiliki oleh UKM. Studi ini menekankan perlunya kerangka implementasi lean yang disesuaikan dengan skala dan sumber daya UKM untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi operasional.

"Kerangka implementasi lean dikembangkan dengan menggabungkan kerangka implementasi lean dengan pendekatan plan do check act [PDCA] dan simulasi untuk menghasilkan perbaikan berkelanjutan," ujarnya.

UKM dapat menggunakan kerangka implementasi lean yang disarankan untuk melaksanakan proyek serupa lainnya dan membantu mencapai operasi yang lebih efisien. Salah satu aspek yang membedakan penelitian ini adalah pengembangan kerangka implementasi lean, dengan mempertimbangkan kondisi UKM, meningkatkan keberlanjutan dan mengeksplorasi kondisi sebelum dan sesudah penerapan lean.

Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII Imam Djati Widodo menambahkan tahap pengembangan kerangka kerja mengevaluasi kerangka implementasi lean yang ada berdasarkan penelitian sebelumnya dan sumber daya UKM. Selanjutnya kerangka yang telah dievaluasi dikelompokkan berdasarkan tahapan plan, do, check, dan action.

"Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan implementasi lean merupakan siklus perbaikan yang berkelanjutan," katanya.

Tahap terakhir adalah menambahkan langkah simulasi pada tahap do dan check untuk mengevaluasi usulan perbaikan. Kerangka kerja yang diusulkan diuji melalui studi kasus di UKM Batik. H"asil penelitian menunjukkan manfaat dan efektivitas kerangka kerja yang diusulkan dalam mengurangi waktu produksi dan meningkatkan utilitas operator," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online