Update Trans Jogja 2026: Rute Baru dan Tarif Terjangkau
Rute Trans Jogja 2026 makin luas hingga pinggiran. Tarif tetap murah, jadi solusi transportasi hemat dan bebas macet di Jogja.
Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, Homliv kembali menggelar kegiatan penanaman pohon di Desa Wisata Krebet, Sendangsari, Bantul, Kamis (28/11/2024). Ist
Harianjogja.com, Bantul–Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, Homliv kembali menggelar kegiatan penanaman pohon di Desa Wisata Krebet, Sendangsari, Bantul, Kamis (28/11/2024). Selain dihadiri warga, aksi tersebut dimeriahkan oleh pertunjukan seni tradisional Jathilan.
Desa Wisata Krebet belum lama ini meraih Juara I Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Kategori Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia. Hal ini semakin menunjukkan potensinya sebagai pusat pengembangan wisata budaya dan ekonomi kreatif.
Founder Homliv Yudiana Lyn berharap dengan penghargaan tersebut Desa Wisata Krebet dapat meraih dampak yang lebih besar, tidak hanya melalui produk batik kayu khas Krebet yang telah dikenal luas, tetapi juga melalui produk alat masak kayu Homliv yang kini telah tersedia di lebih dari 1.000 outlet di seluruh Indonesia dan berhasil menembus pasar ekspor ke Jepang.
“Homliv berkomitmen untuk terus berkontribusi pada lingkungan dan masyarakat. Kegiatan menanam pohon ini bukan hanya simbol perayaan, tetapi juga langkah nyata untuk menjaga kelestarian alam dan mendukung keberlanjutan lingkungan di Desa Krebet,” ujarnya di sela kegiatan.
Produk alat masak kayu Homliv, katanya, diproduksi dengan bahan baku ramah lingkungan. Hal itu menjadi salah satu bukti bagaimana tradisi lokal dapat dikemas secara modern untuk memenuhi kebutuhan pasar global. "Keberhasilan ekspor ke Jepang merupakan salah satu pencapaian yang membanggakan, membuktikan bahwa produk dari Desa Wisata Krebet mampu bersaing di pasar internasional," katanya.
Team Heha Sky View Jogja turut partisipasi dalam penanaman pohon yang dilakukan oleh homLiv. Kedua jenama ini dipertemukan melalui program Cobranding Wonderful Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian lingkungan, Homliv berkomitmen untuk terus tumbuh bersama Desa Wisata Krebet dan membawa nama Indonesia ke kancah global melalui produk-produk unggulan berbasis kayu.
"Kolaborasi untuk Masa Depan Desa Krebet sebagai desa wisata yang telah diakui, Krebet memiliki potensi besar untuk menjadi inspirasi bagi desa lain di Indonesia. Dengan adanya Homliv, desa wisata ini diharapkan dapat semakin berkembang sebagai pusat inovasi produk kayu berbasis tradisi dan modernitas," ujarnya.
Warga Desa Krebet menyambut hangat kegiatan ini. Penanaman pohon tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mempererat hubungan antara perusahaan, warga, dan pengunjung. Selain itu, pertunjukan Jathilan menjadi pengingat akan kekayaan budaya lokal yang terus dijaga dan dilestarikan.
Ketua Desa Wisata Krebet, Agus Jati Kumara mengatakan keberadaan Homliv diharapkan juga bisa memperbesar pemberdayaan masyarakat di destinasi wisata tersebut. "Dari yang dulunya hanya dua orang yang berkunjung, sekarang sudah lebih dari 30 orang dan harapannya terus menerus meningkat," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rute Trans Jogja 2026 makin luas hingga pinggiran. Tarif tetap murah, jadi solusi transportasi hemat dan bebas macet di Jogja.
Penelitian mengungkap hubungan jumlah anak dengan penuaan biologis, namun stres, gaya hidup, dan dukungan sosial juga berperan besar.
Dari 9 wakil Asia di Piala Dunia 2026, hanya Jepang dan Australia yang lolos 32 besar, sisanya tersingkir di fase grup.
Ribuan PPPK Gunungkidul hadapi ketidakpastian kontrak, Pemkab masih mencari solusi di tengah aturan batas belanja pegawai 30%.
NHTSA menutup investigasi Honda Odyssey setelah recall 441 ribu kendaraan berhasil mengatasi masalah airbag samping.
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 1.430 jiwa. Gempa susulan terus terjadi dan menghambat proses pencarian korban.