Deretan Mobil Baru Siap Debut di GIIAS 2026, dari Hybrid hingga EV
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
Foto ilustrasi elektrifikasi pertanian - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pertanian akan menggandeng PT PLN untuk mengembangkan eksosistem biomassa berbasis ekonomi kerakyatan.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono upaya itu merupakan kolaborasi antara PLN dengan Kementerian Pertanian yang rencananya akan dikembangkan di sejumlah daerah.
“Kami Kementerian Pertanian dan PLN akan perluas kegiatan biomassa di seluruh Indonesia dari 46 pembangkit PLTU kita yang ada di seluruh Indonesia, tentunya untuk pengembangan ekosistem biomassa berbasis ekonomi kerakyatan dan pertanian terpadu," kata Wamentan dalam keterangan di Jakarta, dikutip Minggu (29/9/2024).
Mentan menyampaikan hal itu ketika menghadiri peresmian pengembangan ekosistem biomassa berbasis ekonomi kerakyatan dan pertanian terpadu di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Tasikmalaya.
Wamentan mengatakan bahwa Kementan dan PLN tengah mengedukasi petani di Indonesia untuk mendayagunakan lahan. "Maksudnya begini, kalau ada lahan nganggur, bisa ditanami yang lain, silahkan ditanam padi, tanam jagung, tanam tanaman pangan yang lain," ujarnya.
Untuk lahan-lahan yang masuk kategori kritis, yang biasa berada di lahan tandus, ia menyarankan berkolaborasi dengan PLN untuk ditanami Indigofera dan Kaliandra.
Menurutnya, dua jenis tanaman tersebut memiliki banyak manfaat, diantaranya lahannya jadi tambah subur, daunnya memiliki kandungan protein, dan kandungan gizinya bagi ternak itu tinggi.
"Tadi disampaikan ternak dari 18 kilo, 3 bulan dikasih makan daun Indigovera tadi naik sampai hampir 40 kilo. Jadi sangat signifikan ya kandungan gizi dari daunnya itu," imbuh Wamentan.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia Iwan Agung Firstantara menyampaikan bahwa acara yang digelar merupakan pengembamgan (scale up) yang sudah dirintis tahun lalu.
"Kita melakukan scale up, yang dulunya 30 ribu pohon di 30 hektar, sekarang kita melakukan scale up, nanti 100 ribu pohon di 100 hektar selain itu kita juga nanti bersama dengan Gapoktan dan dengan masyarakat setempat untuk penanaman tumpang sari yang ada di antara tanaman energi ini," ujar Iwan.
Pada kesempatan itu juga, diserahkan 205 ekor kambing sebagai suatu modal awal bagi masyarakat. Tanaman Indigofera menurut Hartanto memberikan kontribusi atau protein yang tinggi sehingga itu disenangi oleh hewan ternak.
"Kita sudah melaksanakan 46 lokasi di seluruh Indonesia dan di tahun depan 52 lokasi akan kita petakan dan akan kita diseminasi seperti sekarang ini sebagai pilot project," kata Iwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M