Banyak Karya Inovatif, Berikut Pemenang Samsung Innovation Campus Batch 5

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Senin, 09 September 2024 22:07 WIB
Banyak Karya Inovatif, Berikut Pemenang Samsung Innovation Campus Batch 5

Samsung Innovation Campus Batch 5.ist

Harianjogja.com, JAKARTA - Samsung mengumumkan bahwa tim Mechalvent dari MAN Insan Cendekia Tanah Laut, Kalimantan Selatan berhasil keluar sebagai juara pertama di ajang Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 5, untuk kategori SMA, SMK, dan MA.

Di kompetisi ini, tim Mechalvent menyodorkan ide solusi Bioner-S: Smart Biomassa Energy, sebuah prototipe pembangkit listrik pintar berbasis IoT yang menggunakan bahan bakar limbah biomassa dari pertanian dan mampu menganalisa arus listrik yang dihasilkan menggunakan teknologi AI.

BACA JUGA: Elon Musk Jelaskan Rencana Penerbangan Pertama Starship ke Mars

Selanjutnya, di peringkat kedua diduduki oleh tim G.O.A.T dari SMA Negeri 1 Malang, yang hadir dengan ide solusi Mripatmu, sebuah sistem pengawasan kehadiran siswa yang memanfaatkan CCTV berkemampuan face recognition, AI, dan IoT.

Sedangkan peringkat ketiga ditempati oleh STI SMKN 2 PKU tim 23 dari SMKN 2 Pekanbaru dengan ide OCR Baca Obat. Solusi ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan penglihatan dalam membaca label, informasi, nama, dosis, efek samping, dan petunjuk penggunaan serta indikasi obat dengan menggunakan teknologi OCR (Optical Character Recognition) yang dioperasikan dengan ESP32 CAM dan dibantu dengan AI.

Direktur Kurikulum Sarana kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI M Sidik Sisdiyanto memuji program SIC yang telah menunjukkan inklusivitas bagi anak-anak muda dari sekolah menengah dan universitas untuk unjuk prestasi dan inovasi mereka.

“Ide-ide inovatif di SIC menunjukkan betapa besarnya kepedulian generasi ini akan ragam permasalahan sehari-hari yang dihadapi oleh masyarakat dan lingkungan. Semua ini adalah buah dari pendidikan yang baik dan akan jadi bekal saat mereka nanti terjun ke masyarakat. Kami gembira SIC telah membekali mereka dengan hard skill dan soft skill yang berharga untuk mempersiapkan karir impian di masa depan," katanya melalui rilisnya, Senin (9/9/2024)

Di sisi lain, untuk kategori universitas, Universitas Bina Nusantara kelompok 50 jadi juara pertama dengan ide solusi Daely: AI and IoT based Drowsiness Detection System for Drivers, yang akan memantau tingkat kewaspadaan pengemudi dengan menggunakan ESP32 CAM dan LCD I2C dan memberikan peringatan ketika terjadi kondisi yang terlalu berisiko.

Di peringkat kedua ada Universitas Nahdlatul Utama Yogyakarta kelompok 37 dengan ide MotoRescue, solusi berbasis IoT dan AI ini ditujukan untuk pendeteksian kecelakaan dan melakukan pelacakan jalur kendaraan menggunakan mikrokontroler ESP32. Solusi ini akan secara otomatis memberikan peringatan ke rumah sakit terdekat jika terjadi kecelakaan.

BACA JUGA: Pakar Sebut Program Insentif Bisa Bangkitkan Sektor Otomotif Nasional

Kemudian ada tim dari Universitas Kristen Duta Wacana dan Universitas Negeri Yogyakarta Kelompok 36 datang dengan ide solusi Smart Glasses, kacamata pintar berbasis IoT yang akan membantu kaum tuna netra berjalan, yang berada di posisi ketiga.

Para pemenang SIC Batch 5 2023/2024 dari kedua kategori masing-masing akan mendapatkan hadiah berupa produk Samsung senilai Rp55 juta untuk juara pertama, Rp40juta untuk juara kedua, Rp25juta untuk juara ketiga.

“Kami percaya bahwa membekali generasi muda dengan keterampilan digital yang tepat adalah kunci untuk mereka menciptakan masa depan yang lebih baik dan berdaya saing tinggi bagi Indonesia,” kata Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia.

Di kategori universitas, Universitas Bina Nusantara kelompok 50 jadi jawara dengan ide solusi Daely: AI and IoT based Drowsiness Detection System for Drivers. Dengan teknologi AI dan IoT, Daely akan memantau tingkat kewaspadaan pengemudi dengan menggunakan ESP32 CAM dan LCD I2C dan memberikan peringatan ketika terjadi kondisi yang terlalu berisiko. Solusi ini diharapkan dapat mencegah potensi kecelakaan dan meningkatkan kesehatan pengemudi.

Dengan ide solusi MotoRescue, tim dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Nahdlatul Utama Yogyakarta kelompok 37 meraih juara kedua. Solusi berbasis IoT dan AI ini ditujukan untuk meningkatkan keselamatan berkendara melalui pendeteksian kecelakaan dan melakukan pelacakan jalur kendaraan menggunakan mikrokontroler ESP32. Secara otomatis, solusi ini akan memberikan peringatan ke rumah sakit terdekat jika terjadi kecelakaan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online