Indonesia dan Rusia Teken MoU Soal 5G, IoT Hingga Kebijakan Internet Inklusif
Indonesia dan Rusia menekan nota kesepahaman (MoU) untuk bekerja sama dalam pengembangan jaringan 5G, Internet of Things (IoT), tata kelola spektrum frekuensi r
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Dari total Rp722,6 triliun anggaran pendidikan 2025 yang disiapkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), salah satunya akan dimanfaatkan untuk menjalankan program unggulan Presiden Terpilih Prabowo Subianto yaitu makan bergizi gratis.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan, anggaran pendidikan memang akan digunakan untuk menjalankan program makan bergizi gratis.
Kendati begitu, dia tidak dapat memerinci lebih lanjut pos mana yang akan diambil untuk melaksanakan program tersebut. Pasalnya, kata Nadiem, hal tersebut akan diatur oleh pemerintahan mendatang. “Itu harus ditanya ke pemerintahan berikutnya pemecahannya bagaimana,” kata Nadiem saat ditemui di Kantor DJP, Jumat (16/8/2024).
Dalam Konferensi Pers RAPBN 2025, Nadiem menyampaikan bahwa anggaran pendidikan dialokasikan sebesar Rp722,6 triliun untuk 2025. Anggaran ini, kata dia, tentunya akan dialokasikan untuk beberapa program prioritas pemerintah mendatang yaitu peningkatan gizi anak sekolah, renovasi sekolah, dan pengembangan sekolah unggulan “Itu akan didistribusi ke beberapa kementerian,” ungkapnya.
Dia menuturkan, alokasi dari Kemendikbudristek sekitar 11,5% dari total pagu anggaran Rp83,19 triliun. Untuk pagu anggaran Kemendikbudristek sendiri lanjut dia, akan berfokus pada peningkatan kualitas layanan pendidikan yang meliputi pemenuhan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan, serta peningkatan kualitas kesejahteraan dan para pendidik.
Kedua, adalah untuk peningkatan layanan akses pendidikan, dengan program flagship terbesar yakni program Indonesia Pintar dan beasiswa afirmasi untuk anak-anak di 3T (tertinggal, terdepan, terluas).
Ketiga untuk peningkatan kualitas relevansi dan daya saing pendidikan tinggi; keempat peningkatan kualitas pendidikan vokasi; dan kelima kemajuan kebudayaan, bahasa, dan sastra.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan bahwa anggaran program makan bergizi gratis sebesar Rp71 triliun masuk dalam anggaran pendidikan. “Untuk program prioritas presiden terpilih makanan bergizi gratis, yang Rp71 triliun sudah ada di sini,” ungkap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN 2025 di Kantor DJP Kemenkeu, Jumat.
Selanjutnya, pengaturan anggaran program makan bergizi gratis akan dijelaskan lebih lanjut oleh tim program tersebut dan terus disempurnakan.
Dengan begitu, program ini tidak hanya berdampak positif bagi anak sekolah di Tanah air tetapi juga memberikan multiplier ekonomi di tingkat lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Indonesia dan Rusia menekan nota kesepahaman (MoU) untuk bekerja sama dalam pengembangan jaringan 5G, Internet of Things (IoT), tata kelola spektrum frekuensi r
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.