Update Rekapitulasi Suara Per Pukul 15.00 WIB, Prabowo-Gibran Raup 58,62% Anies-Imin 25,08%
Hasil rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilpres 2024 dari 37 provinsi di Indonesia oleh KPU, Prabowo-Gibran memimpin.
Sekar Krisnauli Tanjung, putri mantan Ketua DPR Akbar Tandjung. - Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Pilkada Solo 2024 bakal ramai oleh bakal calon wali kota dan wali kota yang beragam. Salah satunya muncul nama Sekar Krisnauli Tanjung, putri mantan Ketua DPR Akbar Tandjung.
Saat ini Sekar menjabat sebagai Ketua DPD Tingkat II Partai Golkar Solo. Ia disiapkan menjadi bakal calon wali kota.
Hal itu pun telah dipastikan oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu mengaku, pihaknya sengaja menyiapkan sosok anak muda seperti Sekar Tandjung untuk maju Pilkada Solo 2024.
"Pilkada di Solo itu ada putrinya Akbar Tandjung, disiapkan oleh Partai Golkar, Sekar Tandjung. Masih muda juga," ujar Airlangga kepada wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Senin (17/6/2024).
Sekar dengan begitu disiapkan untuk mengatasi dominasi PDIP di Solo. Pasalnya, Solo alias Surakarta merupakan basis pendukung tradisional PDIP. Sejak 2005, kader PDIP yang maju sebagai calon wali kota Solo selalu meraih kemenangan.
Pada Pilkada Surakarta 2005 dan 2010, Joko Widodo (Jokowi) meraih kemenangan; pada Pilkada Surakarta 2015, FX Rudy Rudyatmo yang menang; dan terakhir pada Pilkada Surakarta 2020, giliran Gibran Rakabuming Raka yang menang.
Hasil Pileg DPRD Solo 2024 sendiri masih menunjukkan keperkasaan PDIP, dengan perolehan 20 kursi dari total 45 kursi (44,4%). Sementara itu, Golkar hanya meraih 5 kursi (11,1%)
Partai politik atau gabungan partai politik sendiri baru bisa mencalonkan wali kota-wakil wali kota apabila memiliki minimal 20% kursi di parlemen. Artinya, Golkar harus membentuk koalisi dengan partai politik lain sebelum bisa mengusung Sekar Tandjung sebagai bakal calon wali kota Solo 2024.
BACA JUGA: 200 Ribu Liter Air Disalurkan untuk 3 Kalurahan di Gunungkidul
Profil Sekar Tandjung
Berdasarkan informasi profil calon legislator DPRD Surakarta dari laman Info Pemilu milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sekar Tandjung lahir di Jakarta pada 15 Juli 1996. Politisi muda ini dengan begitu pada tahun ini baru baru berusia 28 tahun.
Sementara itu, dikutip dari LinkedIn, Sekar merupakan lulusan dari SMA Santa Ursula, Jakarta. Selepas SMA, dia melanjutkan pendidikan tinggi di Boston University dengan mengambil jurusan Jurnalistik.
Sembari menempuh pendidikan tinggi, Sekar tercatat pernah magang di beberapa media baik di dalam maupun luar negeri. Pada 2015, dia pernah magang di The Jakarta Post, kemudian berlanjut di The Daily Free Press hingga 2016.
Sekar juga pernah magang sebagai jurnalis di Morocco World News, tepatnya pada Juli 2016. Selanjutnya, dia magang di ABC News hingga Mei 2017. Setelah lulus, Sekar juga turut membantu Prabowo-Sandi Media Center sebagai media relations untuk media internasional.
Sekar kemudian membangun karier di dunia politik dengan Partai Golkar. Saat ini, dia tercatat menjabat sebagai Ketua DPD Tingkat II Partai Golkar Solo. DPP Golkar pun telah menunjuk Sekar Tandjung untuk maju di Pilkada 2024 sebagai calon Wali Kota Solo. Putri bungsu Akbar Tandjung ini juga sudah terpilih sebagai calon anggota DPRD Solo periode 2024–2029.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Hasil rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilpres 2024 dari 37 provinsi di Indonesia oleh KPU, Prabowo-Gibran memimpin.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.