Wapres Gibran Tegur Karyawan SPPG di Bantul, Singgung Perundungan Korban MBG
Gibran menyoroti pernyataan oknum SPPG yang diduga mengejek korban MBG dan mengajak publik menjaga ruang aman bagi anak.
Sebuah video tayangan proses menaikkan balon udara kemudian meledak beredar di linimasa dan viral di sejumlah platform medsos. /TikTok.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah video tayangan proses menaikkan balon udara kemudian meledak beredar di linimasa dan viral di sejumlah platform medsos. Insiden tersebut membuat balon meledak dan membakar sejumlah remaja yang ada di bawahnya.
Pada video yang beredar di platform TikTok terdapat sekitar 10 remaja yang berusaha menaikkan balon udara dengan cara membakar di bagian bawahnya. Setelah menyalakan ujungnya tiga remja di antara sudah menjauh ke kiri dan kanan dari arah kamera.
BACA JUGA : Viral Video Balon Udara Mendarat di Sebuah Pohon di Sewon, Ini Penjelasan Polres Bantul
Akan tetapi secara tiba-tiba balon raksasa yang akan diterbangkan tersebut tiba-tiba meledak hingga mengeluarkan asap. Dua remaja tidak tertangkap kamera karena terkepung asap akibat ledakan tersebut dan tidak sempat menghindar dari ledakan.
Video tersebut telah ditonton ribuan kali dan banyak akun medsos kembali menggungah. Warganet pun memberikan komentar beragam. "Itu yang ketinggalan dan tertutup asap bagaimana sekarang kondisinya," tulis akun @romyxxxx di kolom kokmentar.
Viralnya kasus ini pun direspons petugas kepolisian dan terungkap peristiwa tersebut terjadi di Desa Muneng, Ponorogo, Jawa Timur, masuk ranah pidana.
Kapolsek Balong, AKP Agus Wibowo berjanji akan melakukan pengusutan terkait pihak yang terlibat menerbangkan balon raksasa tersebut. Anak buahnya telah mengumpulkan barang bukti dari peristiwa tersebut, di antaranya berupa sumbu balon, kertas bekas petasan, petasan yang belum meledak dan plastik balon.
"Jadi sudah kita laporkan ke Polres, dan akan kita tindak lanjuti. Kami melakukan pendataan kepada warga atau pemuda yang telah terlibat dalam penerbangan balon udara tersebut, termasuk asal muasal pendanaan pembuatan balon," katanya.
BACA JUGA : Polres Bantul Ingatkan Menerbangkan Balon Udara Membahayakan Penerbangan
Saat melakukan olah TKP pasca balon udara meledak, polisi menemukan adanya upaya menghilangkan barang bukti dengan cara dibakar. "Dugaannya ada upaya menghilangkan barang bukti, dibuktikan pembakaran balon yang jatuh dan kami temukan titik pembakarannya," kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gibran menyoroti pernyataan oknum SPPG yang diduga mengejek korban MBG dan mengajak publik menjaga ruang aman bagi anak.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Banjir bandang menerjang kompleks perkantoran Bupati Solok. Kantor PUPR, kesehatan, BKD hingga DPRD terdampak, warga juga dievakuasi.
Lebih dari 1.600 karyawan Apple Italia mogok kerja saat peluncuran iPhone 18 Pro. Serikat pekerja menuntut perbaikan kondisi kerja.
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
Cara perpanjang SIM A dan C online lewat SINAR. Simak tahapan, dokumen, tes kesehatan, psikologi hingga pembayaran PNBP.