Angkatan Laut Korsel dan AS Latihan Perang di Laut Timur

Newswire
Newswire Selasa, 09 April 2024 15:17 WIB
Angkatan Laut Korsel dan AS Latihan Perang di Laut Timur

Kapal perang Amerika USS Greenbay-20 berlayar membentuk formasi pada Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) photo exercise (photo ex) Super Garuda Shield 2023 di Laut Jawa, Madura, Jawa Timur, Sabtu (9/9/2023). ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/Spt.

Harianjogja.com, SEOUL—Korea Selatan dan Amerika Serikat latihan perang laut bersama untuk peperangan ranjau di Laut Timur. Latihan ini untuk mengasah keterampilan dalam mencegah ancaman keamanan maritim dan memastikan navigasi yang aman di laut.

“Latihan ini dirancang untuk melatih angkatan laut Korea Selatan dan Amerika untuk mempraktikkan prosedur dan taktik dalam membuka jalur navigasi yang aman dan memperkuat kemampuan respons bersama terhadap skenario perang ranjau yang rumit,” kata Angkatan Laut Korea Selatan di Seoul, Selasa (9/4/2024).

Latihan tahunan tersebut dimulai 1 April selama sembilan hari di perairan Pohang, 262 kilometer tenggara Seoul yang melibatkan sembilan kapal angkatan laut dan empat helikopter dari kedua negara.

Baca Juga

Pimpin Latihan Penerjun Payung, Kom Jong Un Serukan Persiapan Perang

Latihan Tempur Perkotaan di Jogja, Ada Adu Tembak Para Sniper di Sekitar Mandala Krida

Beri Peringatan! China Gelar Latihan Militer Buntut Kunjungan Wapres Taiwan ke AS

Pada latihan perang itu, AS mengirimkan pangkalan laut ekspedisi USS Miguel Keith (ESB 5) untuk pertama kalinya yang disertai dengan dua kapal angkatan laut lainnya dan helikopter MH-53.

Kapal Miguel Keith sepanjang 240 meter dirancang untuk menyediakan pangkalan pendaratan helikopter terapung dan memberikan dukungan lain untuk operasi militer sebagai pangkalan ekspedisi laut.

Sedangkan Korea Selatan mengerahkan enam kapal, termasuk kapal pengangkut ranjau Nampo MLS-II, serta helikopter patroli maritim P-3 dan helikopter UH-60.

Latihan gabungan tersebut melakukan berbagai latihan untuk mengasah keterampilan dalam memasang, mendeteksi dan menghilangkan ranjau, memberikan dukungan logistik dan pendaratan helikopter di kapal untuk melatih kemampuan pelaut dalam melindungi pelabuhan-pelabuhan utama dan rute lalu lintas maritim dalam situasi serupa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online