Produksi Kapas 3 Pemasok Indonesia Turun, Harga Global Bisa Naik
Produksi kapas Brasil, Australia, dan AS diproyeksi turun pada 2026/2027, sementara stok dunia menurun dan harga global berpotensi naik.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Para pemimpin anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) berbeda pandangan atas perang di Ukraina dan Gaza setelah pertemuan puncak dua hari yang digelar di San Francisco, Amerika Serikat, Jumat (18/11/2023).
Pernyataan yang dikeluarkan oleh ketua APEC tahun ini, Amerika Serikat, menyerukan kembali deklarasi para pemimpin APEC tahun lalu yang mengatakan bahwa "sebagian besar" anggota APEC "mengutuk keras agresi terhadap Ukraina", demikian pernyataan ketua APEC 2023 dikutip dari situs Sekretariat APEC.
"Sebagian besar anggota mengutuk keras agresi terhadap Ukraina dan menggarisbawahi perlunya mencapai perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk integritas wilayah, kedaulatan, dan kemerdekaan politik Ukraina," kata pernyataan itu.
BACA JUGA : Indonesia, Brunei, Malaysia Sepakat Mendesak Gencatan Senjata di Jalur Gaza
"Kami sangat prihatin ... dan menekankan bahwa ini menyebabkan penderitaan besar bagi manusia dan memperburuk kerentanan yang ada dalam perekonomian global – menghambat pertumbuhan, meningkatkan inflasi, mengganggu rantai pasokan, meningkatkan kerawanan energi dan pangan, serta meningkatkan risiko stabilitas keuangan," demikian pernyataan tersebut.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa para pemimpin bertukar pandangan mengenai krisis Gaza. Para pemimpin, termasuk AS, menyampaikan posisinya masing-masing. Sejumlah pemimpin juga menyampaikan pesan persatuan pada KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi pada 11 November 2023.
Sejumlah pemimpin menyatakan keberatan dengan dimasukkannya pembahasan ini dalam Deklarasi APEC 2023 dengan alasan "mereka tidak menganggap APEC adalah sebuah forum untuk membahas isu-isu geopolitik."
Setelah Pertemuan Para Pemimpin APEC, Indonesia, Brunei, dan Malaysia kemudian merilis pernyataan bersama yang menyatakan keprihatinan mendalam mereka atas penderitaan dan dampak buruk dari seluruh perang dan konflik yang terjadi di seluruh dunia.
Pernyataan yang dirilis "untuk memberikan refleksi yang lebih baik dan adil mengenai diskusi mengenai bencana kemanusiaan di Gaza selama Pertemuan Para Pemimpin ke-30 APEC," demikian bunyi pernyataan tersebut.
BACA JUGA : Usai Taklukkan Wilayah Utara, Pasukan Israel Bakal Serang Hamas di Gaza Selatan
Ketiga negara tersebut menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera, tahan lama, dan berkelanjutan di Jalur Gaza, serta penyediaan barang dan jasa yang penting bagi warga sipil di seluruh wilayah Jalur Gaza.
APEC beranggotakan 21 ekonomi, meliputi Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chile, China, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Peru, Papua Nugini, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, AS, dan Vietnam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Produksi kapas Brasil, Australia, dan AS diproyeksi turun pada 2026/2027, sementara stok dunia menurun dan harga global berpotensi naik.
Markas permanen Kodam XXVI/Mataram dipastikan dibangun di Godean, Sleman, sementara kantor Korem 072/Pamungkas menjadi markas sementara.
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.
Arab Saudi mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan situs suci serta menegaskan hak membela wilayah dan kedaulatan.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.
Pembangunan RTH eks Parkir Abu Bakar Ali dimulai dan ditargetkan rampung Desember 2026 dengan konsep perpaduan hutan dan taman kota.